Musik Angklung Anak-anak TK Hidupkan Sidang Gereja di Mojosari

Sidang Majelis Daerah Surabaya Barat di GKJW Pasamuan

Rudy Hardjono
Anak-anak TK
Anak-anak TK memainkan musik angklung di gereja GKJW Pasamuan, Mojosari, Minggu pagi (12/4/2026). (MS/Harjo)

MOJOKERTO, Metro9Berita.co.id – Pemandangan berbeda tercipta di tengah keseriusan agenda Sidang Majelis Daerah (MD) Surabaya Barat yang digelar di GKJW Pasamuan Mojosari, Minggu (12/4/2026). Yakni keceriaan anak-anak TK di dalam agenda padat gerejawi, sehingga menjadi ‘jiwa’ yang menghidupkan suasana gereja di Jalan Wonokusumo ini.

Pasalnya anak-anak TK, semenjak memulai ibadah di pagi hari, suasana terasa begitu teduh. Pendeta Puput Yuniatmoko dari GKJW Jemaat Kediri Semampir yang melayani prosesi ibadah, membawa jemaat dalam perenungan yang mendalam. Namun, momen yang paling dinanti justru terjadi tepat setelah amin terakhir diucapkan.

“Panggung Kecil” untuk Nyali yang Besar

Begitu sesi ibadah usai, barisan siswa-siswi dari TB Lily dan TK Amarylis ini perlahan mengambil tempat di depan jemaat. Dengan jemari kecil yang memegang angklung, mereka bersiap memberikan persembahan pujian.

Example 300x600

Tidak ada guratan cemas di wajah mereka. Yang ada hanyalah semangat untuk menunjukkan hasil latihan mereka. Melalui perpaduan gerak, lagu, dan suara khas angklung yang saling bersahutan, anak-anak ini berhasil menyihir perhatian seluruh peserta sidang yang hadir.

READ  Polres Mojokerto Kota Gagalkan Tawuran Remaja Dini Hari

Kepala Sekolah Ari Diana Winastuti, yang menyaksikan dari sisi panggung, tak bisa menyembunyikan senyum bangganya. Baginya, momen ini adalah ruang kelas yang sesungguhnya.

“Anak-anak kami memang selalu kami libatkan dalam giat sidang MD seperti ini. Ini bukan sekadar tampil, tapi soal unjuk kreativitas. Kami ingin melatih kemampuan sensorik motorik mereka sekaligus membangun kepercayaan diri sejak mereka masih sangat kecil,” tutur Ari dengan nada antusias.

Menanam Kasih melalui Pendidikan

Kehadiran anak-anak ini bukan tanpa alasan. Di balik penampilan mereka, ada pesan kuat tentang eksistensi Yayasan Badan Pendidikan Kristen (YBPK). Ari menjelaskan bahwa yayasan memiliki misi khusus: membentuk karakter yang berlandaskan kasih Kristus.

“Dunia pendidikan saat ini bukan hanya soal pintar secara akademik. Tetapi kami ingin masyarakat tahu, bahwa anak-anak juga dididik dengan nilai kasih sejak dini. Ini adalah pilihan bagi orang tua yang ingin fondasi karakter anaknya kuat sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh para orang tua. Novita, salah satu wali murid, mengaku sempat terharu melihat buah hatinya berani berdiri tegak di hadapan ratusan orang.

“Rasanya campur aduk, senang sekali melihat anak punya keberanian tampil seperti itu. Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang saya rasa sangat baik untuk melatih mentalnya nanti,” ungkap Novita sambil sesekali mengabadikan momen anaknya melalui ponsel.

Terbuka untuk Generasi Baru

Kemeriahan di gereja hari ini menjadi potret kecil dari pola pendidikan yang diterapkan di sekolah TB/TK tersebut. Dan bagi orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya bisa datang ke Jalan Mojopahit, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Di sisi lain hari itu, Sidang MD Surabaya Barat tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan organisasi, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang masa depan gereja yang sedang tumbuh melalui senyum dan keberanian anak-anak TK tersebut. (Harjo)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page