JAKARTA, Metro9Berita.co.id – Nama Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal luas sebagai sosok perwira kepolisian yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia penegakan hukum, operasi khusus, hingga misi kemanusiaan. Ketegasan, keberanian, dan loyalitasnya terhadap tugas menjadikan dirinya sebagai figur polisi lapangan yang disegani sekaligus dihormati oleh banyak kalangan.
Perjalanan pengabdian Dewa Wijaya bukanlah perjalanan yang instan. Sejak awal kariernya, ia telah ditempa dalam berbagai penugasan berat yang membutuhkan ketangguhan fisik, kecerdasan strategi, serta keberanian mengambil keputusan dalam situasi kritis. Sebelum dikenal luas sebagai perwira kepolisian, Dewa Wijaya merupakan bagian dari tim khusus Polisi Udara dan juga seorang pilot yang menempuh pendidikan penerbang di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara.
Kemampuan di bidang penerbangan tersebut membuatnya memiliki pengalaman luas dalam operasi-operasi lapangan, termasuk penugasan di daerah rawan konflik baik di dalam maupun luar negeri. Berbagai latihan intensif dan operasi yang dijalani menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter kepemimpinannya yang disiplin, tenang, dan penuh perhitungan.
Nama Kombes Pol Dewa Wijaya mulai mendapat perhatian publik secara nasional saat tim yang dipimpinnya dari Pol Airud berhasil terlibat dalam penanganan aksi teror di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016. Peristiwa tersebut menjadi salah satu serangan teror terbesar di Indonesia yang menyita perhatian dunia internasional.
Dalam situasi penuh ancaman dan kepanikan tersebut, Dewa Wijaya bersama tim bergerak cepat melakukan pengamanan dan penanganan di lapangan. Kecepatan bertindak, koordinasi yang solid, serta keberanian menghadapi situasi berbahaya menjadi bukti nyata profesionalisme yang selama ini ia bangun dalam tubuh kepolisian.
Kariernya kemudian terus berkembang di lingkungan Polda Metro Jaya. Ia beberapa kali dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Kasat Reskrim dan memimpin penanganan berbagai kasus kejahatan umum maupun kejahatan khusus. Pengalamannya dalam menangani kasus-kasus besar membuat namanya dikenal sebagai sosok perwira yang memiliki integritas, ketegasan, serta kemampuan investigasi yang kuat.
Bagi Dewa Wijaya, menjadi anggota kepolisian bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian terhadap negara dan masyarakat. Ia percaya bahwa kehadiran polisi harus mampu memberikan rasa aman, perlindungan, dan kepastian hukum bagi masyarakat.
“Seorang anggota polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian,” ujar Kombes Pol Dewa Wijaya.
Tidak hanya dikenal dalam bidang penegakan hukum, Dewa Wijaya juga menunjukkan dedikasi luar biasa dalam operasi kemanusiaan saat gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Agustus 2018.
Saat menjabat sebagai Kasatrolda Pol Air Polda NTB, ia memimpin langsung proses evakuasi ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara dari kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air menuju Pelabuhan Bangsal. Dalam situasi penuh kepanikan akibat gempa susulan, jajaran Polair Polda NTB di bawah komandonya mengerahkan sejumlah kapal untuk mengevakuasi lebih dari 2.700 wisatawan demi keselamatan mereka.
Di tengah situasi darurat, Dewa Wijaya tampil tenang dan sigap. Ia terlihat turun langsung menenangkan wisatawan yang panik, mengatur proses evakuasi, hingga memastikan seluruh korban mendapatkan prioritas penyelamatan. Sikap kepemimpinan dan kepeduliannya saat itu menjadi sorotan media nasional maupun internasional.
“Dalam situasi bencana, yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi keadaan,” ungkap Dewa Wijaya terkait operasi evakuasi gempa Lombok.
Pengabdian Dewa Wijaya tidak berhenti setelah proses evakuasi selesai. Pasca bencana, ia turut menginisiasi pendirian Yayasan NTB Bersatu sebagai wadah penyaluran bantuan sosial dan percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa di Pulau Lombok. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kepeduliannya terhadap masyarakat tidak hanya hadir saat keadaan darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka panjang.
Dengan pengalaman panjang di bidang antiteror, reserse kriminal, penerbangan, hingga operasi kemanusiaan, Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai figur polisi lapangan yang memiliki kombinasi ketegasan, kepemimpinan, profesionalisme, dan kepedulian sosial yang kuat.
Di balik ketegasannya sebagai aparat penegak hukum, tersimpan semangat pengabdian tanpa batas ruang dan waktu untuk bangsa dan negara. Sosoknya menjadi cerminan bahwa seorang polisi bukan hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan penyelamat masyarakat dalam berbagai situasi.
Jejak pengabdian Kombes Pol Dewa Wijaya menjadi bukti bahwa loyalitas terhadap negara dan kemanusiaan akan selalu meninggalkan arti mendalam bagi masyarakat dan negeri ini. (*)
























