Produktivitas Gula Jatim Capai Target Swasembada

Gubernur Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Kediri

Gula Jatim
SWASEMBADA: Gubernur Jatim mengunjungi Pabrik Gula Ngadirejo Kediri, pekan lalu. (Foto: MS/IST)

KEDIRI, Metro9Berita.co.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa meninjau proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, minggu lalu.

Begitu tiba di lokasi, Gubernur Khofifah melihat secara langsung proses pembongkaran tebu dari truk pengangkut, penggilingan, penyaringan nira, pengkristalan hingga pengemasan gula.

Suasana pabrik tampak sibuk dengan antrean truk tebu yang terus berdatangan sejak pagi untuk memasok kebutuhan giling.

Example 300x600

Menurut Gubernur Khofifah, tingginya aktivitas pengiriman tebu menunjukkan antusiasme petani sekaligus tingginya produktivitas musim panen tahun ini.

Oleh karenanya, ia meminta seluruh jajaran pabrik memastikan proses penggilingan berjalan optimal agar antrean dapat segera terurai dan kualitas produksi tetap terjaga.

“Insya Allah antrean ini segera terurai karena beberapa pabrik gula lain juga mulai melakukan penggilingan. Jadi proses perbaikan di berbagai lini terus dilakukan supaya ritme produksi bisa semakin baik,” kata Gubernur Khofifah.

Perlu diketahui, PG Ngadirejo merupakan salah satu unit usaha strategis milik PT. Sinergi Gula Nusantara (SGN) sekaligus menjadi salah satu pabrik gula dengan kapasitas penggilingan terpasang 7.000 Ton Cain Per Day (TCD). Pada musim giling 2025, pabrik ini berhasil menyelesaikan penggilingan sebanyak 10.676.262 kuintal tebu.

Menurutnya, kapasitas giling yang besar ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas produksi, terutama melalui penguatan rendemen gula. Sebab, peningkatan rendemen sangat menentukan jumlah gula yang dapat dihasilkan dari setiap tebu yang digiling.

READ  Jelang Musim Baru, Semut Hitam U18 Jajal Persebaya U17

“Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Insya Allah musim giling sekarang ini sudah bisa mencapai 8,5%. Artinya sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya,” ucapnya.

Dengan adanya optimalisasi kinerja pabrik gula, target swasembada gula konsumsi nasional diyakini akan semakin mudah tercapai. Apalagi Jatim memiliki posisi strategis sebagai provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia sekaligus penyumbang utama produksi gula nasional.

Secara data, kontribusi Jatim terhadap produksi gula nasional saat ini mencapai 51%. Bahkan di tahun 2025, produksi gula kristal putih Jatim tercatat menembus 1.343.995 ton atau menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

READ  Polri dan Jurnalis Bagikan 1.500 Takjil kepada Masyarakat

Jumlah tersebut jauh melampaui provinsi lain seperti Lampung dengan produksi sekitar 663.198 ton dan Jawa Tengah sekitar 344.243 ton.

Tak hanya itu, produksi gula Jatim juga konsisten berada di atas rata-rata 1 juta ton per tahun. Berdasarkan publikasi Outlook Tebu/Gula 2025 Direktorat Jenderal Perkebunan, rata-rata produksi gula Jatim selama periode 2021–2025 mencapai 1,185 juta ton per tahun dan menempatkan Jatim sebagai kontributor terbesar produksi gula nasional.

“Alhamdulillah, target nasional yang diharapkan adalah swasembada gula konsumsi. Maka yang harus terus diperkuat adalah produktivitas dan luas lahan, khususnya di Jatim,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi sinergi petani, pabrik gula, sektor perkebunan dan seluruh pemangku kepentingan yang terus bekerja menjaga stabilitas produksi gula nasional di tengah tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan serta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi menjaga produktivitas dan stabilitas gula nasional. Semangat kolaborasi ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2026 ini,” ucapnya.

READ  Kapolres Mojokerto Kota dan Bhayangkari Tinjau Posyan Lebaran

Di akhir peninjauannya, Khofifah juga menuliskan pesan motivasi pada karung gula produksi PG Ngadirejo sebagai bentuk dukungan dan penyemangat bagi kemajuan industri pergulaan nasional.

“Semangat, sukses, berkah untuk SGN dan pergulaan nasional,” tulisnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai pada akhir tahun 2026.

Menurutnya, optimisme tersebut didukung peningkatan produktivitas tebu, naiknya hasil produksi gula, serta inovasi yang terus dilakukan pabrik gula di berbagai daerah.

“Bahkan untuk produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat 1,5 juta ton dari tahun sebelumnya, kami berharap PG Ngadiredjo menjadi pilar swasembada gula nasional,” tegasnya. (*)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page