Sambut 4 Ribu Match, PSSI Surabaya Gelar Refreshment Wasit

Materi Fitness Test dan LOTG Terbaru

Refreshment Wasit
Kegiatan Refreshment Wasit Askot PSSI Surabaya, Minggu (19/4/2026). (MS/Ist)

SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Sebanyak 37 wasit Askot PSSI Surabaya hadir mengikuti refreshment, Minggu (19/4/2026). Kegiatan terbagi dua, yakni uji kebugaran fitness test di Lapangan Pasiran, paginya, lanjut jam 11.00 sampai 13.00 WIB tes peraturan permainan LOTG (laws of the games) bergeser ke Kantor Disbudporapar Surabaya di Gedung Siola.

Instruktur Nasional, Prasetyo Hadi, yang juga binaan askot diundang Komite Wasit Anselmus secara khusus sebagai penguji sekaligus pemateri dalam acara “Refreshment Wasit Askot PSSI Surabaya 2026”.

Menurut Ndan Pras, biasa disapa, bahwa Askot PSSI Surabaya lama tidak menggelar fitness test. “Mungkin ada beberapa yang sudah pernah merasakan, seperti yang sudah C1 yang kemarin ikut tes asprov,” tuturnya usai fitness test.

Example 300x600

Dia menambahkan, wasit yang bertugas di nasional ada beberapa orang. Tapi ada juga beberapa orang yang sudah lama tidak mengikuti tes fisik, sehingga kali ini sifatnya hanya pengenalan. “Kita pakai level 2 (15’’/20’’) untuk pengenalan mereka,” katanya.

Dimaksud level 2 ini, adalah endurance berlari jarak 75 m durasi 15 detik, lalu berjalan 25 m, 20 detik, begitu seterusnya, sampai 4 x 10 laps, sehingga total tempuh 4 kilometer.

“Wasit Surabaya di kancah nasional terbilang anjlok. Makanya penting mereka juga merasakan atmosfer fitness test yang sebenarnya itu seperti ini. Tujuannya agar terpacu untuk latihan meningkatkan performa dan fisiknya. Kemudian untuk mencapai regenerasi mulai C3, C2, sampai C1 kita harapkan penerus saya lebih banyak lagi,” ujarnya.

Lantas Pras membagikan tips semasa dia bertugas di kasta tertinggi Liga Indonesia, yaitu latihan dan belajar, dan selalu meminta masukan dari senior, ini yang penting.

“Jika menemui problem atau kasus, itu minta kepada senior yang berpengalaman, supaya menjadi pelajaran kita. Kemudian latihan fisik ini yang utama. Karena kalau melihat hasil tes, masih banyak yang kurang. Maka dari sini fisik harus ditingkatkan sambil terus belajar,” beber anggota TNI ini.

READ  Rakernas Muaythai Indonesia 2026, Menpora Apresiasi LaNyalla

Selanjutnya untuk metode latihan supaya kuat melahap lintasan sejauh 4 kilometer sesuai waktu. Pras mengatakan, kalau ingin menjadikan wasit ini sebagai profesi, maka harus profesional. Sebab dibutuhkan keahlian, artinya wasit harus punya kemahiran, dan fisik kunci utamanya.

Di samping itu, harus berlatih layaknya atlet. Karena wasit ini adalah atlet plus, paling tidak dalam sepekan 4-5 kali latihan. Dan karena wasit itu endurance, sehingga latihan intervalnya 2 kali, sisanya bisa dipakai endurance. Tujuannya untuk membangun ketahanan fisik. “Setiap sesi latihan, interval kita butuh 30 menit, tapi kalau endurance bisa 45 menit, satu jam, bahkan lebih,” urainya.

Dalam kesempatan itu, Anselmus menyebut, fitness test ini gebrakan untuk wasit Surabaya. Selain itu, pihaknya juga ada program pemahaman LOTG. Tujuannya untuk memunculkan kembali gairah perwasitan di Surabaya.

“Karena terus terang kegiatan refreshment atau disebut penyegaran itu sudah lama nggak dilakukan askot. Supaya muncul wasit-wasit baru berkualitas untuk naik ke level nasional, kira-kira itu tujuannya,” terang pria yang juga berprofesi sebagai guru olahraga ini.

Masih Anselmus, bahwa yang ikut 37 wasit senior dan yunior, garis besar hasil fitness test menunjukkan grafik sangat kurang. Sehingga butuh pembinaan lebih kontinyu, supaya kemampuan fisik meningkat. Alasannya wasit yang berhasil menyentuh garis finish hanya dua orang.

“Diharapkan ke depannya mereka bisa lebih mampu dari segi fitness test. Dan supaya tahun depan bertambah yang lulus. Jadi maunya ya ada pembinaan rutin,” jelasnya.

READ  Polresta Banyuwangi Pantau Arus Mudik 2026 di ASDP Ketapang

Kemudian dia menengok ke belakang, dulu setiap Minggu pagi wasit-wasit berkumpul di Lapangan Persebaya untuk latihan fisik, main bola, sekaligus evaluasi sepekan memimpin kompetisi internal Persebaya kala itu, maupun kejadian di pertandingan lain, mulai tarkam hingga kompetisi internasional di televisi.

Oleh karena itu, rencananya ia hidupkan kembali. Sehingga ada peningkatan fisik di wasit Surabaya. “Kalau tidak bisa tiap pekan ya sebulan sekali dilakukan evaluasi dan latihan fisik,” harapnya.

Refreshment wasit ini, juga dalam rangka menyambut kompetisi terdekat mulai Liga Persebaya senior, U16 dan U14 di bulan Mei. Hingga nanti akan diikuti oleh kompetisi lainnya, seperti Liga Surabaya U13 dan U15, sampai turnamen anak-anak dan Piala Soeratin.

“Termasuk anak-anak yang masih aktif di level nasional juga akan bergerak ke sana baik di asprov maupun PSSI pusat,” timpalnya.

Sementara untuk batasan usia wasit profesional itu sampai 45 tahun, saat 46 sudah masuk pensiun. Tapi untuk di kompetisi di Surabaya, bagi wasit yang dinilai mampu akan terus diberikan kesempatan memimpin selama menjaga kemampuan dan kebugaran fisiknya.

“Imbauan untuk teman-teman wasit di Surabaya, jangan lelah berlatih. Sebab untuk menjadi wasit yang profesional, kalian harus berlatih seperti pemain profesional, nggak bisa berleha-leha, santai-santai, nggak bisa menunggu fitness test, baru latihan, pasti gagal. Jadi latihan setiap hari seperti atlet,” pesannya.

Terpisah, Guntur Sekretaris mewakili Ketua Askot PSSI Surabaya, Roky Maghbal mengapresiasi semangat teman-teman wasit, yang sudah ikut fitness test dan lanjut penyegaran LOTG di kantor disporabudpar gedung Siola.

Dia membeberkan, bahwa musim ini sudah menunggu sebanyak 4 ribu pertandingan. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu sekitar 3.000an. “Tahun kemarin beberapa pertandingan tertunda, karena kekurangan wasit. Mencari 24 wasit setiap pekan, sulitnya minta ampun. Tapi saya heran saat didata pengadaan seragam itu muncul 56 wasit ngisi absensi,” uangkapnya.

READ  Wali Kota Mojokerto ke Rumah Warga Buka Puasa Bersama

Tetapi dengan 37 wasit yang ikut refreshment, dia optimis sekaligus berharap semuanya terus aktif. Karena 4 ribu match itu masih bisa bertambah. Hal itu dia buktikan dengan menunjukkan dua surat permohonan turnamen nasional yang juga akan singgah di Surabaya.

“Surat ini belum saya jawab. Karena menunggu hasil penyegaran ini. Terus koordinasi dengan komite wasit, sanggup tidaknya,” ujar Guntur usai sesi LOTG.

Sementara Prasetyo Hadi dalam memberikan materi LOTG. Mulai tes jawaban abjad dengan 20 soal kasus. Lalu menonton video untuk menjawab kejadian, serta memberikan peraturan-peraturan terbaru, terkait penalti, kartu merah hingga ofsaid.

Uniknya, saat viral insiden ofsaid pertandingan EPA U20, yang menyeret nama pemain timnas muda. Di sini adalah bentuk penerapan baru peraturan ofsaid. Sementara diduga pemain dan ofisial belum memahami. Makanya secara terbuka Guntur berkenan mengundang Prasetyo Hadi untuk juga memberikan materi peraturan permainan kepada para pemain EPA Persebaya.

“Kebetulan saya dilibatkan EPA musim ini. Jadi penting juga memberikan materi kepada pemain dan ofisial soal laws of the games,” tandasnya. (Harun)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page