Pas-pasan, PSG Unika U11 Dapat Pelajaran SSB 26 Cup Sidoarjo

Hanya Diperkuat Sembilan Pemain

Metro9 Ikon Logo
PSG Unika
Sembilan pemain gagah PSG Unika yang berjibaku tak kenal lelah pada turnamen U11 SSB 26 Cup 2026 di Lapangan Desa Janti, Waru, Sidoarjo, Minggu (17/5). (MS/Harun)

SIDOARJO, Metro9Berita.co.id – Tim sekolah sepak bola (SSB) PSG Unika U11 kembali bertanding dalam turnamen usia dini SSB 26 Cup, Minggu (17/5/2026) di Lapangan Desa Janti, Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Valery dkk harus berjuang tak kenal lelah, karena tidak hadirnya sejumlah pemain.

Hanya menyisakan satu pemain kiper cadangan, Keano, Coach Romadhon terpaksa putar otak untuk minimal menjaga stamina dan konsentrasi anak-anak PSG Unika U11. Belum lagi energi sudah terkuras pada turnamen sebelumnya.

Example 300x600

Total mencatatkan pertandingan sebanyak tujuh kali dalam empat hari. Luar biasa capek pastinya. Namun bagi anak-anak the Lava Pijar, julukan SSB yang juga dikenal PSG Soccer School ini, perasaan cinta sepak bola mengalahkan fisik yang lelah.

READ  Mendikdasmen Pantau Tes Kemampuan Akademik di Surabaya

“Sebetulnya sudah diperhitungkan, tim ini terus mengalami progres meyakinkan. Dan sudah komitmen. Tapi anak-anak yang waktu main Surabaya Legend Soccer di Tambaksari itu, ternyata ada yang main futsal, dan turnamen bola dekat daerahnya. Alhasil kekuatan tim merosot drastis,” terang Harun, ofisial tim.

Selain itu, ada empat pemain yang biasanya latihan bersama di Poltekpel Gununganyar, juga izin. “Ada yang masih kelelahan, ada yang urusan keluarga. Jadi totalnya ada 11 anak yang dadakan izin,” imbuhnya.

Kendati demikian, menurutnya ini hal wajar, karena menjadi pengalaman pertama anak-anak bermain dalam waktu berdekatan. Serta melawan tim-tim yang lebih berpengalaman. “Faktor lain, lawan juga terlihat usianya lebih tua, otomatis pengalaman lebih, dan sudah sering bertanding kalau melihat cara bermainnya,” sambung Harun.

READ  Dusun Paras Gelar Tradisi Ngunduh Patirtan dan Sedekah Bumi

Di sisi lain, anak-anak PSG sendiri belum menjalani laga ujicoba sekali pun. “Hasil ini menjadi evaluasi tim pelatih, untuk program latihan meningkatkan performa. Seperti latihan tambahan utamanya fisik, juga teknik dasar kontrol bola, dan speed run maupun speed dribble,” lanjutnya.

Berkaca dari hasil laga kali ini, faktor kelelahan menjadi kendala utama, juga demam panggung. Yakni mengalami kekalahan telak dari SSB Pandansari Benowo, Bromo FC Jenggala dan BSC Sidoarjo.

“Tujuan kami turnamen iNews Cup dan 26 Cup sebagai ujicoba. Hasilnya diketahui anak-anak yang bagus saat latihan dan bertanding. Ini penting sebagai data awal, untuk meningkatkan performa. Dan nantinya terus meningkat di kompetisi berikutnya, utamanya Surabaya Legend Soccer di Tambaksari,” bebernya.

READ  Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Selanjutnya, juga mengumumkan, adanya latihan tambahan. “Terutama meningkatkan kebugaran, atau fisik ya, hari biasa, bisa Senin sore, dan Rabu sore. Tempatnya kita sampaikan nanti di grup. Sifatnya tambahan jadi tidak wajib, materi fisik dan kontrol bola saja. Nanti sesi game bisa Sabtu sore dan Minggu pagi,” pungkas pengurus Askot PSSI Surabaya ini. (*)

Susunan pemain: Valery, Keano (GK); Abyan, Arfa, ‘Kakam’ Khalfano, Fachry, Ali, Enzo, dan ‘Pepeng’ Marvel (Player).

*Formulir pendaftaran PSG Soccer School, tekan link di bawah ini:

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page