PSG Unika U9 Warnai iNews Surabaya Junior Football Cup 2026

Bertanding Wani Ngeyel

PSG Unika
Style unyu-unyu skuat PSG Unika U9 pada turnamen iNews, Jumat (15/5/2026) di Lapangan SIER Rungkut, Surabaya. (MS/Harun)

SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Setelah kemarin U11 tampil, kali ini giliran PSG Unika U9 unjuk keterampilan bermain sepak bola pada ajang iNews Surabaya Junior Football Cup 2026 Piala Wali Kota, Jumat (15/5) di Lapangan SIER Rungkut. Meski berlabel U9, namun skuat Lava Pijar, julukan PSG juga turun pemain U7 dan 8 tahun.

Sekilas tampak unyu-unyu berseragam abu-abu motif oranye PSG Unika U9. Dan sempat kepikiran apakah tidak lebih baik mainnya dari kakak-kakaknya kemarin? Perasaan mendebarkan juga dirasakan para orang tua yang datang langsung menyaksikan, buah hati mereka berjuang pertama kalinya di lapangan hijau.

Example 300x600

Sayup-sayup dari pengeras suara terdengar informasi, supaya PSG Unika bersiap menghadapi tim U9 Elfaza. Dalam benak kami, apakah senasib U11 kemarin, yang kalah telak! Kak Kahfi deRossi mulai menyiapkan warming up, dia membantu Coach Romadhon meramu taktik Salman Alfarisi dkk.

Seremoni jabat tangan dan tos koin wasit dilempar, keadaan semakin mendebarkan, dan pritt!!! Tendangan pertama dilakukan oleh Sean yang menempati ujung tombak. Bocah ganteng ini, awalnya pengin posisi kiper. Tapi kelebihan semangat dan berani, aktif mirip Ahmad, rekannya yang ‘terpaksa’ ikut U11 kemarin.

Berikutnya mempercayakan Salman Alfarisi menyandang ban kapten, dia diluar perkiraan mampu menjadi dirijen lini tengah, menjalin komunikasi aktif antar lini. Aktif mengingatkan rekannya yang kehilangan konsentrasi. Bakat leadership-nya terlihat sejak dini.

Di kanan ada Rayyan, yang tak kalah mengejutkan dengan bermain ngeyel, di kiri ada Javier yang tak juga pemberani meskipun masih di bangku TK B. Sementara di belakang ada Alfan dan M Salman mendukung Azidan di bawah mistar.

READ  Ayo Daftar Segera! Turnamen Sepak Bola Internasional di Thailand

Dan hasilnya benar-benar sangat mengejutkan, anak-anak PSG Unika U9 mampu memberikan perlawanan. Bahkan keputusan-keputusan ‘kontroversial’ wasit tak sedikit berpengaruh, salah satunya saat Sean ditekel hingga terjungkal dan ‘menangis’. Wasit bergeming setelah diteriaki penonton.

Namun anak pemberani ini, bangkit dan kembali berjuang. Permainan terus berlanjut saling menyerang penuh ketegangan. Sampai-sampai ada wali murid yang terbawa emosi hampir-hampir masuk lapangan meneriakan semangat untuk putranya.

Skor kacamata bertahan sampai turun minum. Kemudian pertandingan berlanjut di paruh kedua, keluar masuk pemain untuk mengganti energi yang terkuras.

Nama-nama pengganti mulai dimasukkan, seperti Oky, Athala, Dyllan, hingga Joseph, juga Arfa, penyerang yang tampil apik saat ‘dipaksa’ menjadi bek U11 kemarin. Setulusnya, skuat U9 ini merata mainnya ngeyel khas Arek-arek Suroboyo. Demikian halnya Elfaza, sehingga terjadi jual beli serangan.

Petaka tercipta dua menit menjelang bubaran babak kedua. Lagi-lagi gestur wasit antara foul dan tidak, membuat bingung anak-anak polos ini, hingga tercipta gol keberuntungan. Lewat counter attack, bola datar jauh ke samping kanan gawang Azidan dikejar Arfa, seolah bingung dengan sikap wasit, yang tidak memberikan foul.

Azidan keluar sarang dan M Salman saling pandang, sementara Arfa yang maju ke tengah sigap balik turun, begitu tidak ada tiupan pluit. Bola yang hampir out berhasil ditendang penyerang Elfaza meluncur datar dari samping gawang tanpa penjagaan, gol, kalah 0-1 PSG Unika U9.

READ  Farentino Kevin Tambah Panjang Stok Talenta Muda Persebaya

Satu-satunya peluang balasan dari bola back pass, yakni pemain belakang memberikan bola ke kiper memakai kaki, dan menangkapnya, pun juga wasit tak bergeming. Membuat bingung bench PSG, staf pelatih dan ofisial hanya dibuat geleng-geleng.

Kendati demikian hasil tetap bisa diterima, kalah 0-1, bukan hasil jelek, apalagi sudah berjuang keras di lapangan. “Anak-anak U9 ini ngeyel dan berani mainnya, menjadi faktor sukses. Di belakang M Salman juga bermain bagus, berani dan lugas, sehingga sulit dilewati, termasuk pemain lainnya tidak segan turun membantu pertahanan,” ujar Coach Romadhon.

Terkait taktik, pihaknya memang melakukan pola selang seling, artinya pemain yang sudah tegas, digandeng yang masih pemula. Hasilnya kedalaman tim terjaga. Seperti juga saat bersua favorit juara, Farfaza. Melawan tim ini, PSG kalah 1-3, mampu membuat gol balasan lewat kaki Arfa dari titik putih.

Sementara tiga gol Farfaza tercipta dari tendangan keras jarak setengah lapangan, di mana bola lambung gagal dijangkau Azidan. Namun setelah turun minum, kiper satu ini, sudah bisa membaca kejadian yang sama, sehingga tidak ada lagi gol tercipta.

Dan terakhir, melawan Unesa, dan semestinya di atas kertas bisa memenangkan pertandingan kalau berkaca dari dua pertandingan sebelumnya. Namun kali ini, Sean menagih janji coach supaya memainkan di posisi penjaga gawang.

READ  Polda Jatim Razia THM Surabaya, 106 Pengunjung Dites Urine

Sejenak tidak ada yang salah, harapnya, adanya Arfa duet dengan M Salman, kemudian Alfan didorong ke depan membantu Salman Alfarisi, semestinya tidak ada masalah berarti meskipun Rayyan harus pamit duluan.

Aneh memang, ternyata peran Sean di depan betul-betul vital, daya gigit PSG Unika U9 mendadak sirna. Harapan munculnya kemampuan Salman dan Alfan semasa latihan, juga tak kunjung tiba. Dalam sekejap PSG tertinggal 0-3, lini belakang kehilangan sentuhan, Azidan yang dijajal bertahan ternyata minim pergerakan juga membuat lobang mengangah.

Hebat memang anak-anak U9, pertandingan begitu seru, tak mau mengalah, Sean perlahan menemukan kemampuan ajaib sebagai penjaga gawang. Seperti saat maju, berani dan sigap. Bersamaan itu, pada posisi ini, Dyllan yang juga ngeyel, berhasil memberikan assist ke Alfan, dengan tenang menceploskan bola, gol.

Berpacu waktu, semua pemain bergerak maju, PSG kembali membuat balasan lewat tendangan bebas Arfa. Tapi sayang di penghujung waktu, Lava Pijar kembali kebobolan lewat serangan balik, skor akhir 2-5 untuk kemenangan Unesa. Menutup laga seru sepanjang 2×10 menit.

“Tim U9 ini masih usia belia, kayak Athala, Joseph, juga Javier contohnya, dia bagus di pertahanan, cuman masih kecil saja. Kalau seumuran pasti nanti bagus,” sambung Coach Romadhon senang. (*)

Skuat PSG Unika U9: Azidan, Sean (GK); M Salman, Alfan, Rayyan, Javier, Oky, Athala, Salman Alfarisi (C), Joseph, dan Dyllan (Player).

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page