Direktur Tatag Triwibowo Motivasi PSG Unika U12 di Stadion G10N

Laga Perdana Surabaya Legend Soccer 2026 Piala Wali Kota

Metro9 Ikon Logo
PSG Unika
Direktur Auto Unika Mekanik, Tatag Triwibowo (tengah) bersama anak-anak PSG Unika U12 di Stadion G10N, Tambaksari, Surabaya, Kamis sore (14/5/2026). (MS/Harun)

SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Usai mengikuti turnamen sepak bola iNews Surabaya Junior Football di Lapangan SIER Rungkut, skuat PSG Unika U11 bergeser ke Stadion Gelora 10 Nopember (G10N) Tambaksari untuk melangsungkan laga perdana U12 Surabaya Legend Soccer (SLS) 2026 Piala Wali Kota, Kamis sore (14/5) kickoff jam 15.00 WIB. Baik pemain maupun orang tua antusias hadir, juga didorong oleh grafik meningkat pada turnamen iNews tersebut, hingga puncaknya bermain imbang 0-0 versus Unesa.

Saking emosionalnya, PSG Unika U11, meski hanya skor kacamata, serasa juara Liga Champions. Betapa tidak, datang sebagai tim minim pengalaman, pada game pertama sudah kalah 0-7 dari Banyuwangi Akademi, kemudian kalah 0-6 lawan Elfaza, notabene tim yang lebih kuat lagi. Idealnya bisa kalah lebih banyak lagi.

Example 300x600

Namun skuat tim yang cepat belajar dan adaptasi dari satu pertandingan ke lainnya, anak-anak cerdas ini menjelma menjadi kekuatan luar biasa, penuh spirit, ngeyel dan bangkit melawan Unesa. Sehingga begitu pluit panjang wasit berbunyi, sesisi penonton berdiri dan memberikan standing ovation, menandai pertandingan kedua tim berlangsung ketat dan menghibur, berjibaku sampai akhir.

READ  IPSI Surabaya Turunkan Kekuatan Penuh di Kejurprov 2026

Efeknya, anak-anak dan orang tua berbondong-bondong lanjut ke stadion legendaris Arek-arek Suroboyo itu, berharap permainan ciamik terus berlanjut di Gelora 10 Nopember. Dan sesampainya di lokasi, Coach Romadhon dibuat kaget, karena pemain yang datang melebihi kuota, mencapai 21 anak. Wow!

Anak-anak tambahan ini datang dari Gebang Sukolilo dan Sukodono Sidoarjo. Mereka memang memiliki kedekatan akses dengan Unika. Sehingga momentum ini penting untuk merangkai menjadi solid, ke depannya bisa tercipta program seperti kakak-kakak terdahulu, eranya Unika Bajul Ijo.

“Tadi bilangnya yang datang cuma tujuh, terus ketambahan empat dari U12 dan futsal. Eh sampai di lapangan ada 21, sementara kuota 20 pemain. Akhirnya durasi 2×15 menit, kami bagi 5 menitan sampai 10-an,” kelakar Romadhon.

READ  Lompatan Besar Polri Launching Pusat Studi Kepolisian

Lawan perdana PSG Unika U11 yakni ASM Putra Sememi, tapi agak terkejut, merata pemainnya mirip usia lebih 12-an tahun, postur tinggi, terlihat lebih matang, sehingga memang kalah tanding. “Main awal dicampur anak futsal dan yang usianya pas 12 tahun, jadi sebagian baru kenal di sini, wajar kalau dari skor kalah. Tapi yang anak-anak U11 begitu diturunkan, effort-nya masih bagus, kebawa yang pertandingan di SIER. Makanya kami yakin potensi tim ini bisa disempurnakan seiring waktu bersama,” terang Harun, ofisial PSG Unika.

Tak hanya itu, bermain di lapangan standar FIFA, terlihat jelas bakat-bakat anak-anak PSG Unika U12, terutama adanya pemain putri, yang mungil tetapi ngosek, bahkan skill-nya melampaui pemain putra. Hal ini juga diakui para penonton, orang tua, dan pembina PSG Unika, Tatag Triwibowo yang khusus hadir memberikan motivasi.

READ  KONI Surabaya Gelar Fun Sport Bersama DPRD

“Adik-adik tetap semangat berlatih. Terpenting di pertandingan ini, adalah tim pencari bakat, menilai permainan juga secara individu kalian. Siapa yang main bagus, dia berpeluang terjaring seleksi, bergabung dengan pemain-pemain terpilih,” ujar Direktur Auto Unika Mekanik ini.

Pria dermawan ini, juga berharap nantinya dari para pemain PSG Unika lahir pemain bola masa depan Indonesia. “Terus rajin latihan, supaya bisa menyusul kakak-kakak yang saat ini sudah menjadi pemain profesional liga, maupun tim nasional,” sambutannya usai pertandingan dengan kekalahan 0-3 tersebut.

Di sini lain, Auto Unika Mekanik, juga menjadi salah satu sponsor kegiatan yang diketuai oleh legenda hidup Persebaya dan timnas, Yusuf Ekodono ini. Tapi sayangnya sang legend sedang ada acara. “Mas Yusuf masih di luar, nanti saya sampaikan pesannya,” kata Sabilillah, panitia pertandingan. (*)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page