Kahfi deRossi Sumbang 2 Gol Sakti di Liga Persebaya Senior

Gol Perdana di Level Senior Melengkapi Kemampuan Skill Individu

Metro9 Ikon Logo
Kahfi deRossi
GOL PERDANA: Kahfi deRossi bersama perangkat dan pemain lainnya pose di Lapangan Brigif, Selasa (28/10/2025) sore. (MS/HARUN)

Metro9Berita.co.id – Menit ke-10 didorong maju menjadi striker, Kahfi deRossi menyumbang dua gol Sasana Bhakti (Sakti) saat melibas Fatahillah 0-5 pada lanjutan Liga Persebaya U-18/Senior, Selasa sore (28/10/2025) di lapangan Brigif, Sidoarjo. Bahkan membuka pesta gol Sakti menit 14′. Sejak kickoff babak pertama, kedua tim langsung tancap gas. Di bawah cuaca mendung, Fatahillah sukses memainkan bola kaki ke kaki. Sementara Sakti memaksimalkan bola jauh ke dua sayapnya.

Menit awal, gelandang serba bisa bernama lengkap Muhammad Kahfirossi Satria Hantaliandy menempati posisi nomor 8. Bekerja keras naik turun untuk menyeimbangkan lini tengah. Upaya ini mampu meredam agresivitas lawan hingga menit ke-10, yang digalang Kapten Fatahillah, Fachri Rahmansyah.

Example 300x600

Tampak pemain bernomor punggung 12 itu beberapa kali berhadapan langsung dengan Kapten Sakti bernomor punggung 10, Kahfi deRossi. Dalam situasi ini, lini tengah Sakti mampu memutus alur tim Fatahillah.

Berangsur menguasai lini sentral, problem timbul di lini depan Sakti. Di mana sering terlambat menerima umpan-umpan terukur Kahfi deRossi dari lini tengah, maupun dari rekan lainnya.

Terlihat monoton, jajaran staf pelatih Sakti mencoba gambling. Dengan mendorong deRossi striker, dan menggeser turun jauh penyerang menjadi stoper. Dugaan kuat, karena menguasai lini tengah, tapi depan tumpul.

Sejenak bikin was-was. Karena Fatahillah ganti memenangkan duel-duel lini tengah. Beberapa kali Sakti membuat blunder di lini belakang. Meski skor sama kuat nol-nol.

Sampai tiba menit 14′ eks kapten Unika Bajul Ijo U-17 Soeratin Jawa Timur. Dari permainan tiki-taki mulai lini tengah, Kahfi deRossi dengan kecepatannya berhasil lepas jebakan ofsaid. Selanjutnya melakukan gerakan tipu, pemain gempal ini, sukses melepaskan plesing terukur ke sudut kiri gawang Fatahillah, yang dijaga Iqbal Kurniawan.

READ  Polres Mojokerto Amankan 3 Orang Mata Elang

Spontan, deRossi kegirangan menyambut gol perdananya di Liga Persebaya U-18. Lantas berlari menuju ibunya yang duduk di tribun. Kemudian selebrasi dengan membuat simbol love dengan jari di kedua tangannya. Tentu saja, gol ini terasa spesial, karena melengkapi skill, kecepatan dan kekuatan kuda-kuda. Serta tembakan keras, maupun longpass terukur, termasuk freekick. Kini dia mencetak gol yang sempurna di Liga Persebaya.

Tak hanya itu, sebelum gol itu tercipat, deRossi bebarapa kali merepotkan pertahanan Fatahillah. Salah satunya saat berhasil menciptakan peluangnya sendiri, setelah melewati tiga pemain belakang. Tapi sayang, terlambat sekian detik untuk melepaskan tembakan di dalam kotak 16. Sehingga diserobot pemain bertahan Fatahillah.

Dalam pertandingan ini dipimpin Wasit Tito, dibantu Asisten 1 Soepriyatno dan 2 Hariyono. Kemudian cadangan Tabrani, serta Matchcomm Imam Mulyono.

Kembali ke lapangan, Sakti meski unggul, namun lini tengah Sakti cukup keteteran. Praktis hanya mengandalkan serangan balik. Untungnya di belakang ada pengalaman Dwi Andika. Begitu sigap mengantisipasi kebocoran lini tengah, sering dribel, tapi gampang dipatahkan oleh compact defense Fatahillah.

Menit 31’ di tengah alotnya pertarungan di lini tengah. Sebuah through pass, berhasil di-keeping oleh Alan Budi pemain sayap kiri. Spontan naluri, deRossi lari menjauh menarik lawan, sehingga membuka ruang tembak. Prosentasenya 50:50, menjadi 90% jika mendorong bola ke deRossi. Namun naluri Alan pilih menembak sendiri. Dan boom, bola memang terjangkau kiper. Namun saking kerasnya tendangan, sampai tak terbendung, dan skor berubah, 0-2 untuk Sasana Bhakti.

READ  Inflasi Surabaya Year to Date 0,83 Persen

Semakin menebalkan jarak. Tapi ini tidak juga membuat permainan Sakti lebih baik secara kolektif. Untungnya Fatahillah tidak memiliki goal getter, seperti Sakti yang mendorong Kahfi deRossi ke depan.

Saat agresivitas Fatahillah benar-benar goyah, tercipta gol kedua deRossi menit 42’. Lewat penempatan posisi yang tepat, melakukan lompatan tinggi untuk melakukan heading terukur, menyambut crossing Al Fanani. Gol! skor kembali berubah, 0-3 Sakti, dan ini bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua, Sakti menambahkan dua gol lagi, pada menit 47’ lewat kaki M Reza dan gol kedua Alan Budi menit 60’. Sementara deRossi meski terus berkontribusi lewat pergerakan aktif membuka ruang, hingga hampir juga menciptakan hattrick pertamanya.

Namun sayangnya, menit 63’ deRossi ditarik keluar, guna memberikan kesempatan pemain cadangan. Terutama yang KU-16 supaya merasakan atmosfer di level senior.

Usai pertandingan, Kahfi deRossi tak kuasa menyimpan kebahagiaan mencetak gol di Liga Persebaya kelas Senior. Sebab, sepanjang musim acapkali menjadi penyuplai bola, makanya nyaris tidak ada potensi melepaskan tembakan. Bahkan sesekali menjadi stoper.

“Saya mimpi mencetak gol. Maka saya punya keyakinan itu. Dan alhamdulillah tidak menyangka langsung dua gol. Kalau tidak ditarik keluar, mungkin saya bisa bikin hattrick sekalian. Tapi saya hormati keputusan pelatih. Untuk memberikan kesempatan pemain muda U-16,” katanya.

READ  Akun Facebook Gusti Putu Artha Dilaporkan Polda Bali

Awalnya, dia mengaku bingung, kenapa pelatih minta ia menjadi striker. Untungnya punya pengalaman saat TC bareng tim Liga 4 Jatim, Persem Kota Mojokerto. Diplot striker dan mencetak gol saat sparing. Pengalaman ini membuat dirinya tidak canggung lagi.

Ya selama ikut latihan tambahan di tim Liga 4 Semut Hitam. Beberapa kali saya juga gol pas heading. Yang jelas, saya bersyukur, karena pelatih kasih kesempatan saya di depan. Dan akhirnya gol yang saya nantikan pun tiba,” tukasnya.

“Terus semangat deRossi. Dua gol penting ini harus kamu ingat selalu, saat di depan gawang lawan. Kalau kamu sudah bisa bikin gol. Sudah tidak perlu ragu lagi, melepaskan tembakan keras dari luar penalti,” teriak ibunya menyemangati.

Gol duta SSB PSG Soccer ini, juga mendapat apresiasi legenda hidup, Totok Risantono. Dia menilai deRossi memiliki tendangan keras mirip alm. Eri Irianto. “Punya tendangan harus berani mencoba, jangan takut. Tinggal tunggu golnya saja,” ucapnya.

Penting tahu, gol tercipta bukan kebetulan. Sebab selama ini, deRossi aktif berlatih di sela-sela sekolah, sampai mahasiswa di Unesa. Selain itu, juga turun futsal di Liga AFK Surabaya. Tiada ada hari tanpa latihan, demikian juga saat membantu melatih anak-anak PSG di Gununganyar. Meski terlalu dini. “Tapi gol ini penting menjadi motivasi deRossi ke depannya. Semoga tidak puas diri, dan terus belajar,” sahut bapaknya, Harun Effendy.

Sebagai informasi tambahan, deRossi hari Jumat, akan tampil perdana pada gelaran program kompetisi nasional Liga 4 regional Surabaya memperkuat Semut Hitam di Lapangan ABC kompleks GBT Pakal. (red)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page