Keluhan Bantuan Transport SMK Go Global Akhirnya Dicairkan

SMK Go Global
Kegiatan edukasi pekerja migran dalam rangka mendukung SMK Go Global di Surabaya, Senin (26/10/2026). (SS VIDEO)

SURABAYA – Kegiatan “Edukasi Perlindungan dan Migran Aman” dalam rangka mendukung SMK Go Global yang menghadirkan narasumber anggota DPR RI di Surabaya, Senin (26/10/2026) lalu, sempat menuai keluhan sejumlah peserta. Mereka mempertanyakan mekanisme undangan, perbedaan perlakuan antarpeserta, serta kejelasan penggantian transportasi. Keluhan tersebut dilontarkan perwakilan peserta, Hanum Mafrudho, mahasiswa UNESA kepada awak media, Sabtu sore (31/10/2026).

Hanum mengungkapkan, dirinya mengetahui kegiatan tersebut melalui undangan berantai atau getuk tular melalui grup WhatsApp. Dalam informasi undangan itu, calon peserta diminta membawa fotokopi KTP, sekaligus mencantumkan nomor telepon seluler.

Example 300x600

Ia mengaku bersedia hadir karena undangan yang diterimanya tidak mencantumkan atribut maupun identitas partai politik. Dan kegiatan tersebut dia pahami sebagai acara yang ditujukan bagi kalangan pemuda. Namun persoalan mulai muncul ketika acara selesai. Hanum bersama sembilan temannya mengaku tidak memperoleh kejelasan mengenai mekanisme penukaran undangan yang sebelumnya disampaikan panitia.

“Ketika tiba di lokasi, kami disuruh mengisi absensi dan menyerahkan fotokopi KTP. Kemudian diberi undangan dan dibilang jangan sampai hilang karena nanti ditukarkan. Tetapi setelah acara selesai, peserta lain antre mendapatkan pengganti transportasi, sedangkan undangan kami disobek dan diminta bubar. Kami hanya mendapatkan nasi kotak,” ungkap Hanum.

READ  KONI Jatim Bentuk Koperasi Serba Usaha

Ia mengatakan, terdapat 10 orang dalam kelompoknya yang belum memahami secara pasti bentuk fasilitas atau penggantian yang akan diterima. Tetapi berdasarkan informasi yang diperoleh dari peserta lain, sempat muncul pembicaraan mengenai kegiatan healing atau tur bersama, maupun pembuatan seragam.

“Kami ada 10 anak. Enam orang mengetahui informasi kalau ada rencana diajak healing, sedangkan kami berempat sama sekali tidak tahu. Bahkan, teman-teman yang sudah mengetahui informasi itu juga berharap kalau memang ada sesuatu, lebih baik diberikan dalam bentuk uang tunai,” jelasnya.

Panitia Jelaskan Mekanisme Bantuan dan Program Lanjutan

Menanggapi keluhan tersebut, Bambang Supriyadi (BS) memberikan penjelasan kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu pagi (4/11). Ia membenarkan bahwa undangan memang disobek setelah peserta mengambil konsumsi dan bantuan transportasi. Namun, menurut BS, bantuan transportasi diprioritaskan bagi pemegang undangan khusus, seperti pengurus RW maupun tokoh masyarakat.

Sementara bagi kalangan muda, terdapat dua pilihan program lanjutan, yakni kegiatan healing atau pembuatan seragam. BS juga menyampaikan bahwa kegiatan healing dijadwalkan pada 29 November 2026 mendatang. “Betul, itu permintaan mitra kerja. Untuk data dan pesertanya terbatas, yang diundang saja. Sebelumnya sudah kita sampaikan untuk healing,” jelas BS.

READ  Eks Kabidpropam Polda Bali dan Ipda HB Tuai Catatan Hitam

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana membangun kebersamaan dan kerja sama antargenerasi muda. “Dengan healing, kita berharap generasi muda bisa membangun teamwork dan saling mengenal sebagai generasi penerus bangsa,” imbuhnya.

Terkait kehadiran Lucy Kurniasari dalam kegiatan tersebut, Bambang menjelaskan bahwa yang bersangkutan hanya bertindak sebagai narasumber.

Menurutnya, substansi kegiatan adalah memberikan pemahaman mengenai prosedur menjadi pekerja migran Indonesia melalui jalur legal. Kegiatan itu melibatkan mitra kerja BP3MI Jawa Timur dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Narasumber Pertanyakan Detail Konfirmasi

Secara terpisah, narasumber yang dikonfirmasi awak media justru meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kegiatan yang dimaksud.

Ia mempertanyakan lokasi, waktu pelaksanaan, serta siapa penanggung jawab atau person in charge (PIC) kegiatan tersebut. “Saya setiap hari menjadi narasumber kegiatan-kegiatan sosialisasi, edukasi, informasi, dan komunikasi terkait program pemerintah sesuai tupoksi saya,” ujar Lucy lewat WhatsApp.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari upaya redaksi untuk memperoleh keterangan langsung dari pihak-pihak yang disebut berkaitan dengan kegiatan SMK Go Global.

READ  Polres Mojokerto Bongkar Jaringan Curanmor

Bantuan Transport Akhirnya Dicairkan

Perkembangan terbaru terjadi pada Rabu (4/11) malam. Setelah menyelesaikan aktivitas perkuliahan, Hanum akhirnya memenuhi undangan BS untuk membicarakan sekaligus mencairkan bantuan transportasi bagi dirinya dan teman-temannya.

Dia mengabarkan bahwa bantuan transportasi tersebut telah diterima. “Alhamdulillah sudah cair. Namanya mahasiswa banyak keperluan studi, jadi ini sangat berharga. Terima kasih,” ungkapnya.

Dengan dicairkannya bantuan tersebut, keluhan yang sebelumnya disampaikan Hanum terkait belum diterimanya penggantian transportasi akhirnya mendapatkan penyelesaian.

Meski demikian, penjelasan mengenai mekanisme undangan, pendataan peserta, serta pembagian fasilitas dalam kegiatan tersebut tetap menjadi catatan penting agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan lebih transparan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. (har)

Disclaimer

Redaksi METRO9 membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan serta memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat. Pemberitaan ini disusun dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page