DBL Dorong Olahraga Pelajar Tak Hanya Berorientasi Prestasi

Tak Harus Berakhir Jadi Atlet Profesional

DBL
BOLA BASKET: Antusiasme peserta kompetisi DBL di tengah pertandingan, Rabu (9/9/2026). (MS/Ist)

Metro9berita.co.id – Sebanyak 99 persen anak yang terlibat dalam kompetisi DBL Indonesia diperkirakan tidak akan menjadi atlet profesional. Namun, kondisi tersebut bukan berarti partisipasi mereka dalam olahraga menjadi sia-sia. Justru, pengalaman selama mengikuti kompetisi dapat menjadi bekal untuk membangun karakter dan menghadapi kehidupan di berbagai bidang.

Hal tersebut menjadi refleksi DBL Indonesia dalam memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 yang mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”. Momentum tersebut dinilai penting untuk melihat olahraga tidak hanya dari capaian prestasi, tetapi juga dari luasnya kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi.

Example 300x600

Sejak menyelenggarakan kompetisi basket pelajar pada 2004, DBL Indonesia membawa filosofi Founder dan CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, yakni “partisipasi adalah income, prestasi adalah cost.” Menurutnya, partisipasi menjadi dasar yang perlu diperkuat sebelum prestasi dapat lahir.

READ  Tatag Triwibowo Dukung Kick Off Bola Gembira Piala Dunia 2026

“Prestasi itu penting, tetapi prestasi tidak bisa berdiri sendiri. Sebelum ada juara, harus ada anak yang mau bermain. Harus ada sekolah yang memberi kesempatan, orang tua yang mendukung, guru dan pelatih yang membina, serta kompetisi yang menyediakan panggung untuk mereka berpartisipasi,” ujar Azrul.

Dalam perjalanan kompetisi, DBL tidak hanya menjadi ruang bagi pemain basket. Pelajar juga terlibat sebagai pemain dance maupun suporter sekolah. Musim ini, DBL mengusung tema Home of The Dreamers dengan sejumlah sekolah baru yang mengikuti kompetisi.

READ  Polres Mojokerto Kota Bentengi Generasi Muda

Bagi DBL Indonesia, pengalaman tersebut memberikan dampak yang lebih luas. Para peserta belajar mengenai disiplin, kerja sama, sportivitas, menghadapi kegagalan, keberanian, hingga membangun kepercayaan diri.

Dalam satu musim, rata-rata lebih dari 42.000 partisipan terlibat dalam kompetisi DBL. Dari jumlah tersebut, 1 persen yang kemudian menjadi atlet profesional tetap memiliki jumlah yang besar. Sebagian besar lainnya diharapkan membawa pengalaman dan karakter yang terbentuk selama kompetisi untuk menjadi profesional di bidang masing-masing.

Partisipasi juga menjadi pintu bagi munculnya talenta baru. Sejumlah pemain yang ditemukan melalui kompetisi DBL dalam beberapa tahun terakhir kemudian menjadi bagian dari timnas basket Indonesia di berbagai kelompok usia maupun nomor pertandingan.

READ  DBL Kedatangan Lima Sekolah Debutan Anyar Musim 2026-2027

Karena itu, Azrul menilai pembangunan olahraga tidak cukup hanya mengejar podium. Semakin luas ruang partisipasi dibuka, semakin besar pula peluang lahirnya prestasi.

“Beri semakin banyak sekolah kesempatan untuk berkompetisi. Bangun semakin banyak ruang bagi masyarakat untuk terlibat. Karena semakin besar partisipasi, semakin besar pula kemungkinan kita melahirkan prestasi,” pungkas Azrul. (*)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page