3 Bocah SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Sesama Jenis

Kasus Dilimpahkan Polrestabes Surabaya

LOGO METRO SEMBILAN (NEW)
Korban Pelecehan
KRIMINAL: Terduga pelaku pelecehan sesama jenis diamankan polisi setelah dilaporkan orang tua korban, Selasa (8/9/2026) malam di Surabaya. (Dok/AI)

SURABAYA – Tiga bocah SD diduga menjadi korban pelecehan sesama jenis, Selasa (8/9/2026) malam di Surabaya. Rendahnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak sepulang sekolah dimanfaatkan terduga pelaku melancarkan aksi bejatnya.

Dari kabar yang beredar sore itu, ketiga bocah tersebut mencari ikan di sekitar selokan perumahan, kemudian salah satunya dikabarkan tercebur selokan. 

Example 300x600

Penelusuran awak media berdasarkan keterangan warga, terduga pelaku menawarkan baju baru. “Salah satunya kecemplung got, terus ditawari untuk ganti baju,” terang sumber, Rabu (9/9) siang. 

Sumber menambahkan bahwa tidak diketahui pasti diajak kemana mereka, ke kos, mes atau rumah kosong. “Korban diiming-imingi baju baru diajak ke kosnya,” sergah warga lainnya.

Selanjutnya awak media mencoba menghubungi ketua RT setempat. Meskipun kurang update, namun membenarkan peristiwa tersebut. “Itu warga saya, dereng kepanggeh (belum ketemu) orang tua maupun yang bersangkutan,” tulis ketua RT melalui pesan Whatsapp.

READ  Presiden Prabowo Terima Kapolri di Istana Merdeka

Media ini juga berupaya menghubungi pihak keluarga, tetapi menutup rapat cerita aslinya, dan hanya mendengar dari keterangan warga.

“Ketiga korban ini ikut sampai di sana, bajunya dilepas semua dan dilakukan pelecehan,” timpal sumber.

Tetapi kronologi tersebut masih simpang siur. Setelah dibiarkan berjam-jam, akhirnya korban berhasil kabur untuk bergegas pulang dan mengadu kepada orang tuanya. Selanjutnya orang tua melaporkan ke polsek setempat. 

Berdasarkan laporan orang tua, kemudian terduga pelaku berhasil diamankan pihak berwajib. Kepada awak media dikatakan bahwa malamnya memang menerima laporan tiga korban, tetapi setelah semua orang tua berkumpul, laporan langsung ditindaklanjuti ke Polrestabes Surabaya.

READ  Resmi Cerai, Warga Kletek Minta Mantan Suaminya Keluar Rumah

Awak media selanjutnya mencoba menghubungi humas polrestabes. Tetapi hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi.

Dari catatan tim investigasi media, mencatat poin utama dari kronologi tersebut, yakni:

  • Penanganan Hukum: Tindakan mengalihkan laporan langsung ke Polrestabes Surabaya (Unit PPA) sudah sangat tepat, mengingat kasus yang melibatkan anak sebagai korban membutuhkan penanganan khusus dan visum medis.
  • Status Pelaku: Keterangan bahwa pelaku sudah diamankan akan membantu mempermudah proses penyelidikan serta memastikan keamanan para korban dan warga sekitar.
  • Kondisi Korban: Karena kronologi detail pelecehan masih bersifat simpang siur, pihak kepolisian biasanya akan mengandalkan hasil visum et\ repertum dan pendampingan psikologis (trauma healing) untuk menggali keterangan resmi dari ketiga anak tersebut tanpa menambah trauma.
READ  Independensi Pers di Bali Sedang Diuji Sikap Oknum Wartawan

Untuk pendampingan korban diharapkan tindak lanjut dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya untuk pendampingan psikologis korban. (*)

🛡 Disclaimer

Berita ini ditulis berdasarkan Asas Praduga Tak Bersalah. Segala tuduhan belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Maka media ini membuka ruang Hak Jawab bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini. Sesuai ketentuan UU Nomor 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page