Terkuak! Dugaan Praktik Ilegal Mafia BBM Bersubsidi di Semarang

Diduga Gudang Milik PT PAS Disorot

LOGO METRO SEMBILAN (NEW)
BBM Bersubsidi
ILEGAL: Truk diduga milik PT RAS untuk aktivitas penampungan BBM bersubsidi jenis solar. (MS/IST)

SEMARANG, Metro9Berita.co.id – Dugaan praktik ilegal penimbunan dan peredaran solar bersubsidi mencuat di Jawa Tengah. Sebuah gudang milik PT RAS di bekas terminal bus kawasan Terboyo Wetan, Semarang, diduga menjadi lokasi penampungan BBM bersubsidi jenis solar yang diperoleh secara tidak sah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bahwa kuat dugaan aktivitas itu telah berlangsung bertahun-tahun tanpa tersentuh aparat penegak hukum (APH). Sampai dugaan praktik ini terungkap oleh tim awak media yang melakukan penelusuran mendalam terhadap alur distribusi solar bersubsidi dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Example 300x600

Menurut sumber terpercaya, solar yang masuk ke gudang tersebut diduga berasal dari berbagai lapak penampungan di sejumlah daerah, termasuk wilayah Demak dan Wedung. Solar tersebut disebut merupakan hasil praktik pengumpulan BBM bersubsidi yang kemudian dikirim dan ditampung di gudang sebelum kembali dipasarkan.

READ  25 Ekor Sapi Bali Tersandung SKKH Palsu Diduga Lolos ke Jawa

Lebih jauh, sumber menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian berinisial RHM yang bertugas di wilayah Wedung. Namun kabar ini butuh pembuktian lebih lanjut APH yang berwenang.

Sementara gudang tempat aktivitas diduga memiliki keterkaitan dengan PT RAS, disebut-sebut perusahaan distributor BBM non-subsidi. Sehingga dugaan ini memunculkan pertanyaan asal-usul pasokan BBM yang diperjualbelikan dengan harga jauh di bawah harga pasar.

Di sisi lain, sejumlah sumber menyebutkan, PT RAS diduga memasok solar ke sejumlah wilayah pelabuhan, termasuk Pelabuhan Tegal dan Juwana. Harga jual yang ditawarkan disebut berkisar Rp16.000 per liter, angka yang dinilai sulit bersaing, apabila seluruh pasokan berasal dari sumber resmi dan legal.

Di balik operasional perusahaan tersebut, juga muncul nama LK, konon selaku pemilik PT RAS sekaligus pemilik gudang. Informasi yang berkembang, LK berdomisili di Klipang, Semarang, juga dikaitkan oknum polisi ER yang disebut bertugas di lingkungan Pamobvit Polda Jateng.

READ  Misteri Kematian WNA di Rimbun Canggu Hotel Bali Disorot Lagi

Sumber juga mengungkap dugaan, bahwa PT RAS pernah dan masih melakukan transaksi pembelian solar dari seorang pengusaha berinisial Haji IS di wilayah Jepara. Dugaan hubungan bisnis ini kini menjadi perhatian sejumlah pihak yang meminta agar seluruh rantai distribusi BBM diperiksa secara menyeluruh.

Dan jika dugaan itu terbukti benar, maka praktik tersebut berpotensi melanggar berbagai ketentuan hukum terkait penyalahgunaan dan distribusi BBM bersubsidi. Karena selain merugikan keuangan negara, praktik semacam ini juga berdampak langsung terhadap masyarakat yang berhak memperoleh BBM bersubsidi.

Warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas keluar masuk kendaraan tangki dan truk pengangkut BBM yang terjadi di kawasan gudang tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum, baik dari Polrestabes Semarang, Polda Jawa Tengah, maupun instansi terkait lainnya, segera melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan legalitas aktivitas yang berlangsung.

READ  Fakhri Husaini Tinggalkan Akademi Deltras Sidoarjo

Sayang hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT RAS, maupun kepolisian terkait berbagai informasi dan dugaan yang berkembang di masyarakat. (*)

🛡 Disclaimer

Berita ini ditulis berdasarkan Asas Praduga Tak Bersalah. Segala tuduhan belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Maka media ini membuka ruang Hak Jawab bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini. Sesuai ketentuan UU Nomor 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page