Banteng Jatim U17 Gelar Seleksi di Surabaya Diikuti 700 Pemain

Target Pertahankan Gelar Juara Soekarno Cup 2026

Banteng Jatim U17
Manajer tim Banteng Jatim FC U17 Daniel Rohi bersama Ketua tim Eri Cahyadi di tengah para pemain seleksi, Minggu siang (29/3/2026) di Stadion G10N Tambaksari, Surabaya. (MS/Ist)

SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Juara bertahan turnamen sepak bola Liga Kampung Soekarno Cup II, Banteng Jatim FC U17 menggelar seleksi pemain di Stadion Gelora 10 Nopember (G10N) Tambaksari, Minggu (29/3/2026). Seleksi diikuti 700 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan bertajuk “Seleksi Banteng Jatim FC U17 Road to Soekarno Cup 2026”.

Menurut manajer tim, Dr Ir Daniel Rohi MEngSC IPU, mengatakan bahwa kegiatan seleksi pemain Banteng Jatim FC U17 berlangsung sehari penuh mulai pagi hingga sore hari. Tidak ada ketentuan khusus syarat pemain harus anggota partai berlambang banteng.

“Karena bola itu netral. Kita harus menempatkan dalam politik itu sebagai class getting affiliation. Jadi tidak mengenal latar belakang. Tidak perlu agamanya apa, kamu anak siapa, tapi yang penting bisa main bola,” katanya.

Example 300x600

Selain itu, Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur ini juga menekankan dalam memilih pemain agar sportif. “Tidak boleh ada sogok menyogok memilih pemain. Karena kalau ketahuan saya sikat, tidak boleh. Tapi kita kembalikan sportivitas olahraga,” tuturnya.

Kemudian syarat dari panitia pertandingan total mendaftarkan 22 pemain. Rinciannya U17 sebanyak 18 orang ditambah empat pemain senior. Namun yang senior ini tidak pernah bermain di EPA maupun liga profesional sepak bola.

Sebagai informasi, seleksi sudah berlangsung selama lima tahapan. Mulai di Banyuwangi, Blitar, Malang, Bangkalan dan terakhir di Surabaya. “Tempat seleksi acak, tapi sebisa mungkin ada kepala daerah dari kita untuk memudahkan koordinasi,” jelas Tenaga Ahli Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur ini.

READ  Sayfullah Kader Angkat GU dari Degradasi, Ini Cerita Attitudo

Dia menambahkan, bahwa model seleksi tidak proporsional, sehingga belum tentu di setiap daerah terjaring wakilnya. “Contoh di Surabaya bisa jadi dari 700 peserta, hanya satu saja yang diambil. Terpenting jangan mencuri umur, karena aturannya ketat,” tegas mantan anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 ini.

Selanjutnya total peserta se-Jawa Timur mencapai 1.500-an pemain. “Antusias seleksi terbuka sangat tinggi. Karena penjaringan pemain sebelumnya belum terorganisir,” ungkap Dosen dan Peneliti Jurusan Teknik Elektro FTS Unipa Surabaya ini.

Dari sisi partai, kegiatan ini memang program. Karena adanya bidang pemuda dan olahraga. “Kemudian sepak bola adalah olahraga merakyat, dan idenya ini liga kampung. Dan PDIP ini partai rakyat, mana partai rakyat tidak mengurus bola? Balik bertanya Daniel Rohi.

Jadi Tuan Rumah Target Pertahankan Juara

Lebih jauh, Rohi menjelaskan, pada turnamen pertama di Jakarta, pihaknya mengakui kalau kurang persiapan. Alasannya DPP menunjuk langsung wakil dari Trenggalek. Baru di tahun kedua ada seleksi, tetapi dengan cara jemput bola, pelatih mendatangi klub untuk menjaring pemain terbaik. Hasilnya menjadi juara di Bali tahun lalu.

Diketahui, Liga Kampung Soekarno Cup II U17 2025 di Bali terselenggara 5–13 Desember berlangsung di GOR Ngurah Rai, Denpasar. Dan babak final berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Di mana Banteng Jawa Timur keluar sebagai juara.

“Waktu kalah di Jakarta karena tidak terkoordinir, tapi hanya diwakili oleh Kabupaten Trenggalek, langsung ditunjuk oleh DPP. Waktu itu juaranya Bali. Makanya tahun kedua Bali tuan rumah,” sambung Daniel Rohi.

READ  Persikoba Tahan 0-0 PSMP Diapresiasi Wawali Heli Suyanto

Sedangkan hasil di Bali, juaranya Jawa Timur tahun, sehingga tahun ini menjadi tuan rumah. “Pada turnamen tahun pertama dan kedua diikuti delapan tim. Di antaranya perwakilan dari Sumatera, Nusa Tenggara, Papua, Kalimantan dan Jawa. Sedangkan tahun ini di Surabaya ada 16 tim,” bebernya.

Rohi juga mengaku kalau sejak pertama sudah ditunjuk sebagai manajer tim. “Pertama kita rekrut coach Anies Septiawan Spd. Dan sebenarnya ketua tim ini pak Eri Cahyadi. Karena di partai bagian pemuda dan olahraga. Tapi minta tolong saya. Makanya saya jadi manajer, pak Eri jadi ketua tim,” katanya.

Setelah mendapatkan pelatih, berikutnya melakukan seleksi, meskipun tidak segegap gempita sekarang di Surabaya. “Waktu itu mas Anies kunjungi klub-klub, pilih mana yang bagus. Lalu terbentuklah tim ke Bali,” tandasnya.

Sementara pelaksanaan Liga Kampung Soekarno Cup III U17 2026 di Jawa Timur pada 27 Juli sampai 9 Agustus. “Sudah sebulan ini kita melakukan rekrutmen, dan hari ini terakhir. Nanti pertengahan bulan kita mulai intensif latihan. Target saya bisa juara lagi. Apalagi main di Surabaya,” jelasnya.

Rencana di Jawa Timur memakai empat venue, yakni Gelora 10 Nopember, Gelora Bung Tomo, Gelora Joko Samudro Gresik, dan Gelora Bangkalan Madura. “Surabaya dan Jawa Timur ini barometer olahraga. Jadi target mempertahankan gelar juara,” timpalnya.

READ  Perbasasi Surabaya Siap Sinergi Wujudkan Target 250 Emas

Harapan Seleksi Pemain Sepak Bola U17

Di tengah gencarnya serangan game online, judol, hingga sosial media. Dengan adanya seleksi pemain Banteng Jatim U17 ada keterkaitan menuju visi Indonesia 2045. 

“Salah satu instrumen untuk mempersiapkan generasi yang sehat secara fisik, dan berkarakter itu hanya ditemukan di olahraga. Orang ikut olahraga dia secara tubuh fisik sehat, dan juga karakter bagus. Apa itu, jujur, mau bekerja sama, sportif, bisa menerima kekalahan dan keunggulan orang lain. Ini karakter yang kita bangun dalam sepak bola,” urai Danel Rohi.

Sedangkan masalah kecerdasan otak, menurutnya itu urusan sekolah. “Dan ingat juga national pride, kebanggaan nasional itu tidak dibangun dengan sumber daya alam dan ilmu pengetahuan saja. Tapi olahraga juga. Contoh Brazil, Argentina, itu negara miskin. Tapi sangat dihormati oleh negara-negara maju, karena orangnya pemain bola,” ujarnya.

Rohi menyebut, satu orang Messi itu sudah bisa menyelamatkan ‘muka’ orang Argentina. “Itu namanya national pride, kebanggaan nasional. Nah kita juga pilih mana. Olahraga, seni atau ilmu? Kalau ilmu kan ada hadiah Nobel. Kalau seni kamu dapat Piala Oscar, film bagus. Tapi kalau olahraga kan banyak, oke kita unggul di badminton. Tapi kalau bisa juga unggul di sepak bola. Pemerintah bola tidak sukses, tapi kalau timnas sepak bolanya sukses. Maka dosa-dosanya bisa ‘diampuni’ rakyat,” kelakar Daniel Rohi menutup obrolan. (harun)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page