Inul Daratista Bedah Keunggulan Bayi Tabung di RSIA Ferina

40 Years of Growing Life

Bayi Tabung RSIA Ferina
Bintang tamu Inul Daratista menceritakan pengalamannya mengikuti program bayi tabung RSIA Ferina, Minggu (2/8/2026) pagi di Legacy Ballroom, Surabaya. (MS/Harun)

Metro9berita.co.id – Berawal dari secarik koran yang ditemukan di kamarnya, pedangdut Inul Daratista mengenal dan memulai program IVF (bayi tabung) di RSIA Ferina. Pengalaman mendapatkan momongan dibagikan oleh artis asal Pasuruan tersebut pada acara “40 Years of Growing Life”, Empat Dekade Keajaiban: Merajut Harapan, Menghadirkan Kehidupan, yang berlangsung, Minggu (2/8/2026) pagi di Legacy Ballroom, Raya Kupang Indah, Surabaya, Jawa Timur.

Inul Daratista bahkan tidak segan menyebut biaya program bayi tabung di RSIA Ferina lebih murah dibandingkan luar negeri, tetapi dengan tingkat keberhasilan tinggi. Di rumah sakit ini, dia juga mengaku mulai mengenal dr Aucky Hinting PhD SpAnd (K), spesialis andrologi.

“Saya kaget biayanya lebih murah dari Singapura, lalu pelayanannya nggak ribet. Juga Dokter Aucky ini tidak mahal, tapi bukan murahan. Artinya, di RSIA Ferina mengerti apa yang menjadi keinginan saya,” ungkap Inul Daratista.

Example 300x600

Inul menceritakan, kala itu, dia menjalani program bersama beberapa pasien lainnya, dan menjelaskan kalau hampir semuanya berhasil termasuk dirinya. Sehingga setelah itu, banyak temannya hingga yang di luar negeri, ikut-ikutan mencoba program bayi tabung di Surabaya.

READ  Susur Sungai Ngotok Tambah Destinasi Wisata Kota Mojokerto

Tak hanya Inul, RSIA Ferina juga menghadirkan sejumlah pasien yang kini anak-anaknya sudah tumbuh remaja, ada yang kembar dua hingga tiga. Hal ini membuktikan dengan teknologi mutakhir, tingkat kehamilan menjadi lebih tinggi.

Sementara itu, dr Aucky kepada awak media menjelaskan bahwa gagasan merayakan 40 tahun program bayi tabung ini dari stafnya, setelah dia pulang dari memenuhi undangan perayaan serupa di Brusel, Belgia pada 5 Juni 2026 kemarin.

“Saya melakukan IVF sejak 1986 dan menghasilkan kehamilan. Tahun ini merayakan keberhasilan tersebut di Belgia, dan acara yang sama kita rayakan hari ini tanggal 2 Agustus 2026,” katanya.

READ  Tim Elang Bali Larikan Pesepeda ke RS Kasih Ibu Saba

Pihaknya mengadakan seminar untuk awam dan ilmiah dengan peminat keduanya mencapai 460 peserta. Sementara dr Aucky mengaku kali pertama tertarik IVF saat dia menjalani koskap (praktik dokter muda) di RSUD dr Soetomo, 25 Juli 1978 silam. Waktu itu dia mendengar kabar keberhasilan pertama bayi tabung di dunia atas nama Louise Brown yang lahir di Inggris.

Sejak merintis pada 1986 hingga akhir 2025, dr Aucky mengungkapkan bahwa tim telah menangani lebih dari 20.000 kasus dengan keberhasilan terus meningkat signifikan. “Dari angka kehamilan 44%. Makin meningkat ya kalau dibandingkan tahun 1986 sampai sekarang itu. Ya makin meningkat. Awal-awal kita cuma 20, 25, sekarang rata-rata sekitar 50%,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, tantangan awal-awal program bayi tabung ini, kata dr Aucky, soal menguntungkan atau tidak. Tapi akhir-akhir ini jadi meningkat sekali. “Dari segi biaya, sekarang relatif murah. Kalau biaya di kita masih antara 70, 80 lah. Antara yang murah sekali 60, yang mahal bisa 80-an, Rp60 sampai 80 juta ya,” jelasnya. 

READ  HUT ke-96, PSSI sebagai Lokomotif, Bukan Pemain Tunggal

Untuk penerapan teknologi, RSIA Ferina sudah mengadopsi teknologi mutakhir, seperti time-lapse imaging untuk pemantauan embrio dan pre-implantation genetic testing (PGT). “Teknologi mengikuti, time-lapse kita ikuti, pre-implantation genetic testing kita ikuti ya,” tandasnya.

Selain Inul Daratista, turut hadir dalam acara ini, yakni tokoh pers, Dahlan Iskan, juga para orang tua yang berhasil mendapatkan keturunan melalui program bayi tabung. (adv/har)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page