Jelang Musim Baru, Semut Hitam U18 Jajal Persebaya U17

Monoton Banyak Lari dan Dribel

Metro9 Ikon Logo
Semut Hitam
Atmosfer pertandingan uji coba Semut Hitam U-18 lawan Persebaya U17, Selasa malam (17/3/2026) di Stadion Bogowonto, Surabaya. (MS/Harun)

SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Menjelang kompetisi Liga Persebaya, klub anggota Semut Hitam U18 menjajal kekuatan Persebaya U17, Selasa malam (17/3/2026) di Stadion Bogowonto, Surabaya, Jawa Timur. Uji coba ini sekaligus ajang seleksi tim binaan Raja Siahaan tersebut.

Pertandingan berlangsung dalam durasi 3×30 menit. Pada babak pertama dan kedua permainan berlangsung sengit lewat pertarungan terbuka. Saling adu skill, adu lari dan tak jarang terjadi benturan dan saling tekel.

Menurut Imansyah ‘Nyong’ Hari Saidin, ofisial Semut Hitam yang berdiri di pinggir lapangan bersama pelatih Adi Putra Setiawan mengatakan, bahwa di awal memang menurunkan proyeksi skuad utama.

Example 300x600

Tapi sayangnya sebagian pemain kunci pulang mudik. Kendati demikian sedikitnya terpantau 32 pemain hadir di lapangan. Hal ini menunjukkan antusiasme menyambut musim baru kompetisi Liga Persebaya.

Bahkan terlihat juga sejumlah pemain yang musim lalu memperkuat klub lain, juga sudah bergabung dengan klub Semut Hitam ini.

READ  Persikoba Tahan 0-0 PSMP Diapresiasi Wawali Heli Suyanto

Menyoroti jalannya pertandingan, baik Persebaya maupun Semut Hitam bermain tegang. Hal ini terlihat bagaimana kedua tim memainkan sepak bola monoton. Dengan banyak berlari, banyak dribel dan sekali sapuan. Tidak terlihat ada pemain yang mampu memainkan tempo.

“Saya belum turun ngelatih. Masih mengamati kemampuan per individu. Nanti kalau sudah menerima materi, insyaallah cara bermainnya juga akan berbeda,” ujar Bos, sapaan Adi Putra Setiawan.

Banyaknya pemain yang hadir, juga menyulitkan dalam membuat strategi baku. Sebab terus melakukan rotasi untuk menemukan formula yang pas. “Iya anak-anak banyak lari sedangkan lapangan kecil. Padahal sudah saya instruksikan main banyak sentuhan bola cepat,” timpal Nyong.

Semut Hitam kehilangan fokus terutama saat bermain di babak ketiga. Meski memainkan pemain senior Kahfi deRossi, namun para pemain kelahiran 2010, 2009 yang mendominasi terlihat canggung menghadapi nama besar Persebaya.

READ  ASN Kota Mojokerto Diminta Kembali Fokus Beri Layanan Terbaik

Puncaknya saat terjadi duel di udara, Ahsan pemain bertahan benturan dengan kiper sendiri, terkena tinjuan hingga terkapar. Informasi deRossi, saat menyambut bola lambung, kiper sudah berteriak, bola kiper.

“Makanya saya putuskan tidak melompat. Tapi saat kiper meninju bola, muncul Ahsan. Dia berhasil menyundul bola, tapi risiko terkena tinjuan,” terangnya.

Sementara sambung Imansyah menjelaskan kuota pemain yang boleh didaftarkan Liga Persebaya, yakni 36 plus 4 kiper.

“Ini malam ada 30 anak yang datang. Sisanya lagi pulang mudik dan berhalangan hadir termasuk pemain intinya,” ungkapnya.

Nyong menambahkan, kalau semua sudah didaftarkan. Dan hanya dua pemain saja yang ikut seleksi berposisi striker. “Ketambahan Senior deRossi, lainnya sudah didaftarkan. Dan yang di babak ketiga memang banyak pemain U16 musim lalu yang gabung U18 dan sudah didaftarkan,” bebernya.

READ  Ketua KONI Jatim M Nabil Bangga TVRI Siaran Piala Dunia 2026

Masih Nyong, bahwa mayoritas pemain kelahiran 2010, 2009 paling banyak. Lalu 2008 hanya beberapa saja. Sisanya 2007 kemarin yang sudah turun di Liga 4 ada empat pemain.

Menawarkan jenjang karir yang jelas, tim Semut Hitam mampu menyedot perhatian banyak pemain muda hingga senior. Hal ini juga tak luput dari Nyong yang notabene juga agensi.

Terlebih juga perhatian dan dukungan penuh owner klub, Raja Siahaan, yang juga disebut-sebut sebagai calon tunggal Ketua Asprov PSSI Jawa Timur. “Pak Raja masih support ya. Kalau support pasti. Beliau selalu support,” tandasnya. (*)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page