MOJOKERTO, Metro9Berita.co.id – Persatuan Wartawan Mojokerto Raya (PWMR) menjalin komunikasi strategis dengan PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang publikasi dan pengelolaan limbah. Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa (3/3/2026) di ruang meeting PT PRIA, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
PWMR, menyampaikan apresiasi atas sambutan manajemen PT PRIA yang telah menerima audiensi tersebut. Ia berharap, ke depan terjalin kolaborasi dalam bentuk publikasi kegiatan perusahaan serta penyebarluasan informasi layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 kepada masyarakat luas.
“Kami ingin ada sinergi dalam hal pemberitaan maupun kerja sama iklan. Selain itu, kami juga berharap mendapat penjelasan teknis terkait layanan pengelolaan limbah, termasuk skema kerja sama yang bisa saling menguntungkan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Plant PT PRIA, Mujiono, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan PWMR, terutama dalam publikasi kegiatan perusahaan.
“Ke depan, apabila ada agenda yang perlu dipublikasikan, kami akan berkoordinasi melalui Ketua PWMR sebagai satu pintu komunikasi,” jelasnya.
Terkait skema kerja sama, Mujiono memaparkan bahwa perusahaan menerapkan sistem bagi hasil sebesar 5 persen dari 80 persen nilai jasa pengelolaan limbah yang direkomendasikan. Sebagai ilustrasi, apabila nilai jasa pengelolaan limbah mencapai Rp1 juta, maka mitra berhak memperoleh Rp40 ribu sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengungkapkan bahwa PT PRIA telah beroperasi selama 15 tahun dan kini melayani sekitar 5.200 pelanggan. Rata-rata omzet perusahaan mencapai Rp15 miliar per bulan, dengan total pengeluaran gaji karyawan sekitar Rp2,5 miliar setiap bulan.
“Kontribusi pajak kami mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Perizinan lengkap dari tingkat daerah hingga pusat, kecuali pengelolaan atom dan nuklir. Kami berkomitmen menjalankan usaha sesuai regulasi,” terangnya.
Selain fokus pada bisnis, PT PRIA juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Setiap bulan Ramadan, perusahaan memberikan apresiasi kepada karyawan yang berhasil menyelesaikan tadarus Al-Qur’an dengan reward khusus. Program CSR senilai Rp250 juta per tahun juga rutin digelontorkan untuk masyarakat sekitar, termasuk pemberian reward umroh bagi karyawan dan tokoh masyarakat yang berprestasi.
Mujiono berharap, keberadaan PT PRIA dapat terus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Ia mengajak berbagai pihak untuk bekerja sama dalam pengelolaan limbah yang aman dan sesuai aturan, guna mencegah pencemaran lingkungan. (Wulyo)
















