Viral Dugaan Harley ‘Bodong’ Bimanata, Caption IG Dinilai Arogan?

Publik Ingat Kasus Mario Dandy

Avatar photo
Bimanata
Diduga koleksi moge Harley Davidson yang diunggah oleh Bimanata di akun media sosialnya. (MS/SCREENSHOT)

BADUNG, Metro9berita.co.id – Viral jagat media sosial kembali terguncang. Kali ini sorotan tajam mengarah kepada Bimanata. Diduga anggota DPRD Kabupaten Badung ini memamerkan moge Harley-Davidson tanpa nopol, sehingga statusnya dipertanyakan?

Isu tersebut mencuat setelah Bimanata mengunggah foto motor besarnya di akun Instagram @bimanata9 disertai caption bernada kontroversial:

“diamkan rusak, di bawa keluar fikiran mu yg rusak. Astungkara rahayu sareng sami.”

Example 300x600

Alih-alih menuai pujian, unggahan itu justru memantik reaksi keras publik. Sejumlah tokoh masyarakat di Dalung angkat suara.

Mereka menilai caption tersebut terkesan menyindir, arogan, bahkan menonjolkan kesombongan.

Kritik semakin tajam, karena Bimanata bukan sosok biasa. Ia merupakan anggota legislatif aktif di Kabupaten Badung dan dikenal sebagai putra dari Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.

“Seorang pejabat publik seharusnya menjadi panutan. Bukan mempertontonkan kemewahan dengan narasi yang terkesan merendahkan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Dalung yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, sikap pamer kekayaan di ruang publik bisa melukai rasa keadilan sosial masyarakat.

Isu semakin liar ketika muncul dugaan motor gede Harley-Davidson yang dia pamerkan tersebut berstatus ‘bodong’ alias tidak memiliki kelengkapan dokumen yang sah.

Namun hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak Bimanata terkait tudingan tersebut.

Tetapi, perbincangan di media sosial terlanjur panas, dengan warganet mempertanyakan integritas, serta etika seorang wakil rakyat.

Fenomena pejabat atau keluarga pejabat yang gemar memamerkan gaya hidup mewah memang bukan hal baru.

Pasalnya, publik tentu masih ingat kasus Mario Dandy Satriyo, yang namanya mencuat setelah aksi pamer kendaraan mewah dan gaya hidup hedonis di media sosial berujung pada sorotan nasional.

Kasus itu menjadi pelajaran pahit, bahwa kesombongan yang dipamerkan di ruang digital bisa berbalik menjadi bumerang.

Media sosial sejatinya adalah ruang komunikasi, bukan arena adu gengsi. Apalagi bagi pejabat publik yang setiap gerak-geriknya menyedot perhatian.

Unggahan dengan nada menantang seperti “fikiran mu yg rusak” dinilai sebagian kalangan tidak mencerminkan kedewasaan sikap seorang wakil rakyat.

Pengamat sosial menilai, di era keterbukaan informasi, transparansi dan empati jauh lebih dibutuhkan daripada simbol kemewahan.

“Rakyat ingin melihat keteladanan, bukan kemewahan,” ujar seorang akademisi di Denpasar.

Kini, bola panas ada di tangan Bimanata. Publik menunggu klarifikasi: apakah benar motor tersebut legal? Apa maksud sebenarnya dari caption yang menuai kontroversi itu?

Dan yang terpenting, apakah seorang pejabat publik menyadari, bahwa setiap unggahan bukan sekadar konten, tetapi cerminan karakter?

Di tengah derasnya arus kritik, satu hal yang pasti: masyarakat semakin kritis. Kesombongan, jika benar dipertontonkan, bukan hanya merusak citra pribadi, tetapi juga dapat mencoreng marwah institusi yang diwakilinya. (*)

🛡 Disclaimer (Catatan Redaksi)

Berita ini ditulis berdasarkan Asas Praduga Tak Bersalah. Segala tuduhan belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Maka media ini membuka ruang Hak Jawab bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini. Sesuai ketentuan UU Nomor 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

READ  Rakornas Muslimat NU, Khofifah Ajak Perkuat Peran Perempuan
banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page