SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Sekolah sepak bola PSG Soccer School resmi mengakhiri latihan rutin pada bulan Suci Ramadan 2026, Sabtu sore (14/3) di Lapangan Poltekpel Gununganyar, Surabaya. Sebelum pulang siswa atlet yang hadir menyempatkan foto bersama sembari mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Dalam kesempatan itu tidak banyak yang hadir latihan karena mepetnya waktu Lebaran 2026 tahun ini hanya menyisakan kurang dari sepekan. Sehingga ada siswa PSG Soccer School yang sudah melakukan perjalanan mudik bersama keluarga.
Selain itu, ada juga siswa yang hadir, tetapi memilih hanya menonton teman-temannya berlatih hingga mengambil sesi game di tribun lapangan. Sementara orang tua/ wali murid berbondong-bondong membawa hampers Lebaran untuk pelatih dan ofisial sekolah sepak bola (SSB) PSG ini.
“Alhamdulillah mewakili pengurus dan staf pelatih juga ofisial, kami ucapkan terima kasih dan kebanggaan atas support-nya selama. Kepada seluruh siswa dan orang tua/ wali murid baik yang hadir maupun yang izin tidak latihan. Sehingga program latihan terlaksana dengan baik,” terang Harun selaku pengurus harian PSG.
Selanjutnya latihan rutin akan kembali bergulir paling cepat pekan kedua Lebaran. Atau saat arus balik nantinya. “Semoga yang mudik, selamat sampai tujuan dan saat kembali lagi di Kota Pahlawan,” tambahnya.
Tak lupa dengan kompak segenap keluarga besar PSG Surabaya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriyah. “Minal Aidzin wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ucap Harun bersama-sama siswa, pelatih dan ofisial The Lava Pijar, julukan PSG.
Usai Lebaran nanti, sejumlah agenda dan program menarik menanti. Salah satunya persiapan turnamen bergengsi usia 11 dan 9 tahun di Lapangan ABC Komplek Stadion GBT Pakal, Surabaya. “Sekitar Mei, jadi di bulan April bisa membuat jadwal sparing dulu, agar matang saat turnamen,” timpalnya.
Kemudian berupaya menjaring calon siswa baru untuk memperkuat tim yang akan tampil lomba. Serta kalau tidak ada aral melintang juga mempersiapkan tim dengan bekerja sama SSB atau akademi sepak bola lainnya. “Untuk proyeksi turnamen internasional di negara ASEAN termasuk dalam negeri,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dia berharap dukungan orang tua utamanya agar dapat melaksanakan program sebaik-baiknya.
“Sekali lagi terima kasih, tanpa support penuh orang tua/ wali murid, pastinya akan sia-sia sebaik apapun program. Maka yang tadinya vakum, ayo setelah Lebaran kembali ke lapangan latihan. Apalagi per 28 Maret besok ini, pemerintah akan memblokir medsos anak remaja di bawah usia 16 tahun. Ini momentum anak-anak kembali kepada kehidupan yang nyata dan positif lewat olahraga sepak bola khususnya,” pungkasnya. (*)




















