Terjatuh dari Tebing, Wisatawan Australia Ditemukan Tewas

Tragedi Kelingking Beach

LOGO METRO SEMBILAN (NEW)
Wisatawan Australia
TERJATUH: Jenazah wisatawan asal Australia ditandu regu penyelamat. (Dok/Ist)

KLUNGKUNG – Keindahan Kelingking Beach di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, kembali diselimuti kabar duka. Seorang wisatawan berkewarganegaraan Australia bernama Cronin Brianna Lani (29) dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing di kawasan wisata tersebut, Sabtu (12/9/2026) pagi.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tepi air setelah sebelumnya dilaporkan berada dalam situasi berbahaya di sisi tebing bagian selatan Kelingking Beach.

Example 300x600

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan bahwa rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 07.45 WITA. Saat itu, seorang petugas lifeguard mendapatkan informasi dari wisatawan bahwa terdapat seorang warga negara asing yang berada di tepi tebing bagian selatan Kelingking Beach.

“Sekitar pukul 07.45 WITA, saksi pertama menerima informasi dari seorang wisatawan bahwa seorang warga asing terjebak di tepi tebing selatan Pantai Kelingking Beach,” kata Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.

READ  Pemkab Gresik Dorong Satu Peta Air Bersih dan Sanitasi

Mendapat laporan tersebut, petugas lifeguard segera melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah ditelusuri, keberadaan korban akhirnya dapat dipastikan. Korban berada di area tebing yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Melihat kondisi tersebut, petugas kemudian berupaya meminta bantuan. Saksi menghubungi lifeguard lainnya, I Nyoman Pageh, agar dapat membantu proses penyelamatan.

Namun, situasi berubah menjadi tragedi. Sebelum upaya pertolongan berhasil dilakukan, korban dilaporkan terjatuh dari tebing hingga ke area tepi air di bawahnya.

Informasi mengenai kejadian tersebut selanjutnya diteruskan kepada Polsek Nusa Penida dan tim SAR Nusa Penida untuk mendapatkan penanganan serta melakukan proses evakuasi.

Aparat kepolisian, petugas SAR bersama masyarakat setempat kemudian bergerak melakukan evakuasi terhadap korban. Kondisi geografis Kelingking Beach yang didominasi tebing curam menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan kejadian tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi, korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju Klinik Griya Medica di Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida.

READ  Susur Sungai Ngotok Tambah Destinasi Wisata Kota Mojokerto

Namun, nyawa wisatawan berusia 29 tahun tersebut tidak dapat diselamatkan. Korban dikonfirmasi telah meninggal dunia setelah ditemukan di kawasan tepi air.

Berdasarkan informasi terkait kondisi korban, ditemukan sejumlah cedera pada tubuhnya, di antaranya patah pada lengan kiri, patah pada kaki, serta luka lecet pada kaki kanan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius mengenai pentingnya keselamatan wisatawan ketika mengunjungi kawasan wisata alam dengan karakter geografis ekstrem seperti Kelingking Beach.

Panorama tebing dan laut yang menjadi daya tarik utama Kelingking Beach memang telah menjadikan kawasan tersebut salah satu destinasi terkenal di Nusa Penida. Namun, medan berupa tebing curam juga menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pengunjung.

Wisatawan harus mematuhi petunjuk keselamatan, memperhatikan rambu dan arahan petugas, serta tidak mengambil risiko dengan mendekati area berbahaya hanya untuk mendapatkan sudut pandang atau dokumentasi tertentu.

Tragedi yang menimpa Cronin Brianna Lani menjadi kabar duka, sekaligus pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida.

READ  Soal Dugaan Oli Palsu, Sikap Gusti Putu Artha Dipertanyakan?

Pengelola kawasan wisata dan pemerintah terkait juga diharapkan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan, keberadaan petugas penyelamat, rambu peringatan, pembatas di titik rawan, hingga prosedur penanganan keadaan darurat.

Terlebih, Kelingking Beach dikunjungi wisatawan dari berbagai negara yang belum tentu memahami sepenuhnya karakter medan dan tingkat risiko kawasan tersebut.

Di balik panorama alam Nusa Penida yang mendunia, aspek keamanan tidak boleh menjadi perhatian sekunder. Satu kecelakaan yang merenggut nyawa merupakan tragedi yang harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa sebisa mungkin dapat dicegah.

Sementara itu, aparat kepolisian dan pihak terkait menangani kejadian tersebut sesuai prosedur serta melakukan langkah-langkah yang diperlukan berkaitan dengan meninggalnya wisatawan asal Australia tersebut. (*)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page