DEPOK, Metro9Berita.co.id – Atmosfer persaingan khas sepak bola kembali terasa di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Sabtu (13/6/2026), ketika para mantan Tim Nasional Indonesia bersama sejumlah pejabat kepolisian menggelar laga persahabatan bertajuk Charity Game.
Meski dikemas dalam semangat kebersamaan dan kepedulian, pertandingan tetap berlangsung sengit. Dua tim yang diperkuat para legenda sepak bola Indonesia, yakni Legenda Merah dan Legenda Putih, saling menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam laga berdurasi 2×30 menit tersebut.
Tim Legenda Putih diperkuat sejumlah nama besar yang pernah menghiasi sepak bola nasional seperti Herry Kiswanto, Kurniawan Dwi Yulianto, Peri Sandria Wahyu Tanoto dan Muhammad Mamak Alhadad serta mantan pemain nasional lainnya.
Sementara Legenda Merah mengandalkan pemain-pemain berpengalaman seperti Budi Sudarsono, Alex Saununu, Nuralim, Rahmad Darmawan dan sejumlah mantan pemain nasionalc lainnya. Masing-masing tim juga diperkuat beberapa jenderal polisi.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka. Aksi-aksi individu, umpan terukur, hingga penyelesaian akhir yang menghibur membuat para penonton menikmati jalannya pertandingan. Kendati usia para pemain tak lagi muda, semangat kompetitif dan naluri bertanding masih terlihat jelas di lapangan.
Laga akhirnya berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil tersebut dianggap mencerminkan ketat dan serunya pertandingan yang berlangsung dalam suasana penuh persahabatan sekaligus nostalgia sepak bola nasional.
Sorotan khusus tertuju kepada Muhammad Mamak Alhadad yang mencetak gol tunggal bagi Legenda Putih. Mantan striker Timnas Indonesia itu kembali menunjukkan insting tajamnya di depan gawang meski kini telah memasuki usia kepala tujuh.
“Kami perwakilan para mantan pemain nasional mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Semoga tali asih yang diberikan untuk keluarga almarhum para pemain nasional dapat berguna dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Mamak Alhadad usai pertandingan.
Gol yang dicetak Mamak menjadi momen spesial tersendiri. Di tengah suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, ia membuktikan bahwa ketajaman seorang striker sejati tidak pernah benar-benar hilang.
Di balik persaingan di atas lapangan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan tali asih kepada keluarga sembilan mantan pemain nasional yang telah meninggal dunia. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka bagi sepak bola Indonesia.
Beberapa keluarga yang menerima tali asih antara lain keluarga almarhum Dede Sulaiman, Ronny Paslah, Junaidi Abdillah, Wahyu Hidayat, serta sejumlah mantan pemain nasional lainnya yang telah berpulang.
Mamak berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin. Selain menjadi ajang silaturahmi antar mantan pemain, acara dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses.
Semoga sinergi seperti ini dapat terus terjalin demi mendukung kegiatan positif bagi keluarga besar sepak bola Indonesia,” ujar David Sulaksmono, Ketua IFA (Indonesia Football Ambasador). (*)






















