Metro9Berita.co.id – Gelandang serba bisa binaan kompetisi Liga Persebaya Kahfi deRossi ikut mengantar pelatih pendamping Romanus Seran Bria balik ke Tanah air, Jumat pagi (27/2/2026) kemarin. Lewat bandara Bangkok tujuan Soetta Cengkareng, Tangerang, Banten.
Saat dikonfirmasi, kenapa harus diantar pemain. Alasannya sebagai bagian trial Kahfi deRossi. Yakni materi kemandirian di negeri orang.
“Saat ke tempat latihan. Saya duduk bus di belakang, Rossi depan. Seolah-olah dia berangkat sendiri, saya yang diantar. Ini penting untuk adaptasi. Karena saya juga harus ngelatih di Indonesia, Vietnam, Jepang dan negara lain. Tidak terus dampingi pemain,” katanya.
Kendati demikian, dia sudah menyiapkan kebutuhan konsumsi dengan warga setempat, dan alat bayar transportasi bus. “Yang penting HP harus hidup. Sebab tetap saya kontrol. Karena pihak KBRI wanti-wanti untuk menjaga anak-anak Indonesia,” jelasnya.
Praktis sepekan terakhir, mahasiswa Unesa tersebut, harus hidup mandiri sebelum terbang ke Jakarta di tanggal 5 Maret nanti. Untungnya meski terkendala bahasa, Rossi mulai adaptasi dengan lingkungan barunya.
“Nanti ada waktu pulang ke Indonesia juga sendiri, tiket pesawat turun di Jakarta. Supaya belajar bahasa Thailand, karena balik lagi nanti bulan tujuh rencana teken kontrak,” tuturnya.
Dia berharap ke depannya, Rossi sudah bisa mandiri terbang. Karena paspor sudah ada cap kunjungan, jadi lewat imigrasi akan mudah. “Saya balik ke Indonesia, karena ngelatih privat di Cibubur,” ungkapnya.
Sementara Rossi sendiri mengaku kalau mulai hafal tujuan bus. Sehingga menyatakan siap untuk boarding pass kepulangan nanti. “Kendala orang lokal tak banyak bahasa Inggris. Tulisan juga honocoroko (istilah Jawa). Ini menjadi tantangan tersendiri, apalagi arti juga beda, kalau ucapan beda,” ungkapnya.
Untungnya dia bahagia bisa main bola di Thailand. Karena selama beberapa pekan latihan, teman-temannya sangat support. “Potensi kecil sebagai pemain sangat dihargai di sini,” ujar pemain yang mulai dapat ajakan warga sekitar main futsal sore ini.
Tekad kuat menjadi pemain profesional, mendorong deRossi hingga dipertemukan Coach Roman. “Sehari-hari di rumah terus latihan saja, dan menjaga shalat. Alhamdulillah tidak pernah mimpi sebelumnya berada di tempat yang sangat menghargai pemain bola,” pungkasnya. (Harun)





















