MC Mojokerto Doa Bersama Wartawan Hilang di Anak Krakatau

Ketua MC: Tidak Ada Berita Seharga Nyawa

Avatar photo
MC Mojokerto
DOA BERSAMA: MC Mojokerto dan insan pers. (Dok/Ist)

MOJOKERTO KOTA – Hilang kontaknya lima jurnalis dan tiga kru kapal saat melakukan peliputan di kawasan Anak Gunung Krakatau menjadi keprihatinan mendalam bagi Media Centre (MC) dan insan pers di Mojokerto.

Sebagai bentuk solidaritas, sejumlah jurnalis dan perwakilan media di Mojokerto menggelar doa bersama di Alun-alun Wiraraja, Kota Mojokerto. Mereka menyalakan lilin dan membawa bunga sebagai simbol harapan agar seluruh jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Example 300x600

Ketua MC Mojokerto, Muhammad Syafiudin, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian spontan dari para wartawan di Mojokerto terhadap rekan seprofesi yang hingga kini belum ditemukan.

“Ini murni kegiatan teman-teman wartawan di Mojokerto. Sampai hari ini, lima rekan kita sesama jurnalis masih belum ditemukan. Mereka hilang kontak saat melakukan peliputan di Anak Gunung Krakatau,” ujar Syafiudin.

Berangkat untuk Kepentingan Publik

READ  Kapolri Ajak Buruh Bersatu Wujudkan Indonesia Emas 2045

Syafiudin mengatakan, para jurnalis tersebut berada di kawasan Anak Gunung Krakatau dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik. Mereka hendak menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi terkini kawasan tersebut.

Namun, dalam menjalankan tugas tersebut, mereka justru mengalami musibah dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Ini keprihatinan kita bersama. Ada rekan kita yang karena kepentingan publik ingin memberitakan bagaimana kondisi terakhir di Anak Gunung Krakatau, ternyata justru terkena musibah,” katanya.

Ia berharap kelima jurnalis bersama tiga kru kapal segera ditemukan. Syafiudin juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keselamatan mereka.

“Kita berdoa semoga yang terbaik bagi lima rekan kita dan juga tiga kru kapal yang sampai hari ini masih belum ketemu. Semoga mereka ditemukan dan sudah selamat di salah satu pulau atau lokasi di sekitar sana,” harapnya.

Tegaskan Keselamatan Lebih Utama

READ  Polres Mojokerto Kota Gelar Baksos dan Bakti Kesehatan

Peristiwa tersebut, lanjut Syafiudin, menjadi pelajaran penting bagi seluruh jurnalis ketika menjalankan tugas di lapangan, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi.

Menurutnya, tugas jurnalistik memang memiliki tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Namun, keselamatan wartawan tetap harus ditempatkan sebagai prioritas.

“Tidak ada berita seharga nyawa. Memang ada informasi yang baik dan penting untuk diketahui publik. Tapi kita juga harus menghitung bagaimana upaya kita ke sana, bagaimana kita memberitakan itu. Yang paling utama adalah keselamatan kita,” tegasnya.

Syafiudin menilai seorang jurnalis harus mampu mempertimbangkan risiko sebelum melakukan peliputan, terlebih ketika berada di wilayah yang memiliki potensi bahaya.

“Karena jika kita selamat maka kita akan bisa mengabarkan. Tapi jika kita tidak selamat maka yang dikabarkan adalah keadaan kita,” ucapnya.

Lilin dan Bunga, Simbol Harapan

Penyalaan lilin dan membawa bunga dalam aksi tersebut bukan sekadar simbol solidaritas. Bagi para jurnalis Mojokerto, lilin menjadi perlambang harapan di tengah ketidakpastian nasib rekan-rekan mereka.

READ  SDN Puri 1 Mojokerto Disorot, Kebijakan Kepala Sekolah Disoal?

Syafiudin berharap cahaya lilin tersebut menjadi doa agar proses pencarian membuahkan hasil dan seluruh jurnalis serta kru kapal dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

“Ini sebagai harapan. Masih ada nyala, masih ada cahaya. Mungkin hari ini masih tertutup kabut, tertutup debu dari Anak Gunung Krakatau. Tapi nyala ini merupakan bentuk harapan kita bersama agar teman-teman kita yang masih hilang kontak akan ditemukan dalam kondisi selamat,” pungkasnya.

Para jurnalis Mojokerto pun berharap kabar baik segera datang dan lima rekan jurnalis bersama tiga kru kapal yang hilang kontak dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan orang-orang terdekat. (Wulyo)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page