Metro9berita.co.id – Bupati Muhammad Albarraa, turut memberikan pembekalan dan memotivasi 150 dari 300-an mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Mojokerto yang hadir, Sabtu (1/8/2026) pagi di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto. Kegiatan tahunan bertajuk Welcome Generasi Intelektual (Welgenin) ini digelar oleh Forum Mahasiswa Mojokerto (Formato), yang mana tahun ini mengusung tema “Menyatu di Rumah Baru, Tumbuh dari Pondasi yang Kuat”.
Mengawali sambutannya, Gus Barraa, sapaan akrab Bupati Mojokerto, Albarraa, mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada segenap maba asal Mojokerto yang telah diterima kuliah di kampus Unesa. Menurutnya ini momentum yang membanggakan bagi pemerintah kabupaten, para orang tua, juga seluruh masyarakat Mojokerto.
“Tadi menurut Pak Rektor yang daftar ada 100 sekian ribu, 150.000. Yang diterima hanya 20.000. Artinya kalian adalah bagian daripada mahasiswa 20.000 yang beruntung itu masuk di masuk di Universitas Negeri Surabaya. Oleh karena itu, ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi kalian semua, bagi adik-adik semua untuk mengembangkan diri melalui ilmu pengetahuan, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui ilmu pengetahuan selama empat tahun nanti di Unesa,” tutur Bupati Albarraa.
Bupati menambahkan, bahwa maba adalah gerbang awal. “Mahasiswa baru merupakan gerbang awal bagi adik-adik semua untuk memulai mengembangkan diri, di mana masa ini, adalah tidak hanya berfokus pada nilai akademik, namun awal dari upaya pembentukan karakter, keterampilan, membentuk jaringan pertemanan, dan kuliah ini menjadi masa investasi untuk masa depan,” jelasnya.
Masih Muhammad Albarraa, menjadi mahasiswa, belajar di bangku perkuliahan ini adalah investasi menuju gerbang kesuksesan di masa yang akan datang. Nantinya semua akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik, dan pribadi secara profesional.
“Tema kita hari ini luar biasa, Menyatu di Rumah Baru, Tumbuh dari Pondasi yang Kuat. Artinya rumah baru ini tentunya adalah Universitas Negeri Surabaya. Unesa sebagai rumah baru bagi adik-adik mahasiswa merupakan wadah baru untuk kolaborasi, kreativitas, dan inovasi. Unesa juga diharapkan menjadi tempat aman untuk bertukar ide dan mencapai tujuan bersama bagi adik-adik mahasiswa. Dan kami berharap di rumah baru ini adik-adik mahasiswa akan diberikan kesempatan menuntut ilmu tingkat lanjut, kesempatan mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan, tentunya melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jabar Gus Bupati, sapaan lain Muhammad Albarraa.
Lantas dia juga menjabarkan makna Tri Dharma tersebut. Yang pertama, pendidikan dan pengajaran merupakan proses belajar mengajar di kelas untuk transfer ilmu dan membentuk karakter siswa. Kedua, penelitian dengan kegiatan membuat karya ilmiah atau riset guna mencari solusi yang solusi baru. Dan ketiga, pengabdian kepada masyarakat ditandai aksi nyata turun kepada masyarakat, seperti program KKN untuk membentuk dan menghadirkan solusi kepada masyarakat.
“Adik-adik mahasiswa yang kami banggakan, makna kedua dari tema hari ini, yaitu Tumbuh dari Pondasi yang Kuat. Artinya mahasiswa khususnya dari Kabupaten Mojokerto dapat tumbuh menjadi mahasiswa yang berkualitas. Mahasiswa adalah aset daerah yang diharapkan kelak mampu menjadi menjadi SDM yang unggul, inovatif, berdaya saing, dan berwawasan teknologi untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Pada akhirnya, kelak nanti kalian kalau sudah lulus mengabdi di Kabupaten Mojokerto,” pesan bupati.
Oleh karena itu, bupati juga berpesan kepada para mahasiswa baru, untuk mencapai semua tujuan itu, selama menempuh perkuliahan di Unesa Surabaya, di tempat yang baru, agar berproses, beradaptasi, mandiri dan belajar dengan tekun. “Kelak menjadi orang-orang yang bermanfaat, berguna bagi agama, nusa dan bangsa,” ujarnya.
Selanjutnya, yang kedua, mahasiswa baru juga diminta bupati untuk mempersiapkan mental dan daya juang. Karena menurutnya, zona nyaman berhenti di gerbang kampus. “Di dalamnya untuk bertumbuh menembus batas kemampuan diri, harus beradaptasi di luar jangkauan orang tua. Dan yang ketiga, kejarlah masa depan dengan sungguh-sungguh. Masa empat tahun perkuliahan akan berlalu begitu cepat, maka jadikan sebagai versi terbaik untuk menjadi diri sendiri,” tandasnya.
Sementara Ketua Panitia, Zuanda Hafiz Ferbi Armadani, dalam sambutannya mengatakan bahwa hari ini awal dari sebuah perjalanan seorang mahasiswa baru yang meninggalkan zona nyaman, menemukan keluarga baru, serta mencapai cita-cita yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Lewat tema yang diusung, kita mengajak semuanya untuk memakai kampus sebagai rumah kedua, rumah yang di mana tidak hanya sebagai tempat bertumbuh, tapi juga belajar kedisiplinan, serta memupuk mimpi-mimpi yang besar. Setiap bangunan yang kokoh dan megah tidak lupa dengan pondasi yang kuat, begitu juga dengan jiwa raga mahasiswa baru. Pondasi yang kuat ini terdapat nilai-nilai identitas, kedisiplinan, kejujuran, serta menghargai perbedaan orang lain. Dari pondasi ini akan terlahir seorang mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tapi juga memiliki kesiapan untuk mengabdi kepada bangsa, daerah, dan utamanya Indonesia,” terangnya.
Terpisah, Wakil Ketua Umum Formato, Azia Nazeila Maharani, mewakili Ketua Umum Ahmad Fahreza Albani, menjelaskan bahwa kegiatan ini semacam welcome party untuk maba Unesa asal Mojokerto Raya.
“Mahasiswa ini kan keluar ke Surabaya, istilahnya merantau meski dekat. Nah, harapannya mahasiswa-mahasiswa Mojokerto ini yang kuliah di Unesa nantinya setelah lulus itu bisa kembali membawa bekal yang sudah dipelajari di Universitas Negeri Surabaya untuk andil membangun Mojokerto Raya,” bebernya.
Sebagai generasi yang lahir dan besar di Mojokerto, Zeila, juga berkeinginan kotanya semakin maju, dengan adanya organisasi ini, organisasi kepemudaan dan mahasiswa, Formato.
“Banyak potensi di Mojokerto, terutama obyek wisata. Memang banyak dibangun oleh pemerintah, tapi masih butuh konsistensi untuk mempertahankan daya tariknya, agar tetap ramai dan diminati wisatawan. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi daerah. Misalnya Skywalk, ini bagaimana tetap ramai, juga nantinya butuh peran aktif mahasiswa asal Mojokerto lulusan Unesa ini,” tukas mahasiswi semester 5 Pendidikan Fisika MIPA Unesa ini.
Turut hadir memberikan sambutan dalam acara ini, Dosen Pembina, Ima Kurrotun Ainin. Kemudian Warek I, Prof Martadi yang memberikan sambutan secara virtual mewakili Rektor Unesa. Selain itu, pada acara inti, juga menghadirkan narasumber Ketua BEM Unesa, Birbik Arya Fairuzzamani. (adv/cin)





















