MOJOKERTO KOTA, Metro9berita.co.id – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto menggelar sharing session bersama insan media di Actually Kopi, Meri, Kota Mojokerto, Rabu (23/9/2026) sore. Hadir 50 dari 81 media baik cetak, elektronik maupun siber yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.
Dalam kesempatan itu, Kepala Diskominfo Kota Mojokerto Citra Mayangsari mengaku untuk pertama kalinya sejak 9 bulan menjabat bisa bertatap muka secara langsung dengan awak media. “Mohon maaf, basis dokter gigi harus belajar soal media, dan kali ini sedikit siap bertemu rekan-rekan media,” katanya.
Selanjutnya Citra mengungkapkan terkait pertanyaan-pertanyaan terkait advertorial (adv) memang adanya keterbatasan anggaran, di mana berkisar kurang dari Rp1 miliar. “Makanya kami juga harus merata dan adil, tapi ukuran adil di sini bukan berarti harus sama semua media,” tandasnya.
Citra mengakui, bahwa media adalah partner penting bagi Pemkot Mojokerto untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat. Apalagi dengan banyaknya program itu mustahil sampai ke masyarakat tanpa peran media.
Selain itu, dia juga mengingatkan rekan-rekan media, apabila terjadi kendala komunikasi atau kesulitan menemui organisasi perangkat daerah (OPD) tertentu, misalnya dinas sosial yang sedang sibuk, para wartawan/media diminta untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan mas Fauzan (Kabid Publikasi), agar dapat dijembatani secara baik.
Citra mengakui adanya efisiensi anggaran media secara menyeluruh dari tahun 2024 hingga 2026. “Pembagian anggaran/kue kerja sama media diatur sedemikian rupa secara teknis, nanti sama mas Fauzan yang paham agar dapat dinikmati bersama secara adil,” ujarnya.
Menurutnya, efisiensi anggaran bukan mengurangi, tetapi lebih mengoptimalkan kepada program prioritas pemerintah pusat.
Terkait kerja sama dengan media nasional, Citra mengaku hal itu penting, karena menurutnya Wali Kota Mojokerto juga tidak kalah dengan Gubernur Maluku. “Dengan kecerdasan dan banyaknya program ibu, kami juga ingin terdengar secara nasional,” tuturnya.
Dia menegaskan, sebagian anggaran juga dialokasikan untuk kerja sama branding dengan media nasional guna mengangkat nama dan prestasi Ibu Wali Kota Mojokerto ke tingkat nasional.
Sedangkan terkait kerja sama (PKS) media tahun anggaran 2027, pihaknya sudah mulai membuka pengajuan kerja sama. “Harapan kami 81 media kembali bekerja sama, dan sudah hampir semua mengajukan,” jelasnya.
Sementara pengajuan dokumen kerja sama disesuaikan dengan aturan perwali, dan persetujuan akhir PKS ditentukan oleh ibu Wali Kota Mojokerto. (Harun)


















