Kadispora Hadi Buka Kejurnas Karate Pemprov Jatim IV 2026

Wakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Kejurnas Karate Pemprov Jatim
OPENING: Kadispora Jatim Muhamad Hadi Wawan Guntoro mengalungkan medali kepada peserta Kejurnas Karate Pemprov Jatim IV 2026. (Dok/Ist)

SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Mewakili Gubernur Jawa Timur, Kadispora Muhamad Hadi Wawan Guntoro secara resmi membuka ajang Kejurnas Karate Pemprov Jatim IV 2026, Sabtu siang (10/10) di GOR CLS, Jl Kertajaya Indah Timur I/No.1, Surabaya. Upacara pembukaan ditandai dengan serah terima Piala Bergilir dari Juara Umum gelaran tahun ketiga di Gresik 2025 lalu, yakni Shotokai Surabaya Prestasi (SSP).

Kejurnas Karate Pemprov Jatim IV ini terselenggara atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Jatim, serta FORKI Jawa Timur, yang menjadi wadah krusial dalam mencetak atlet karate muda berbakat menuju panggung prestasi dunia.

Example 300x600

Mewakili Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Kadispora Jatim Hadi memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya Kejurnas Karate memperebutkan Piala Bergilir Pemprov Jatim tersebut. 

“Kompetisi karate ini dapat membentuk karakter dan menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan pelajar, dan masyarakat luas, serta membentuk disiplin, integritas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat,” ujar Hadi.

READ  Gubernur Khofifah Tutup Riyayan Idul Fitri 1447 H bersama 250 Ojol

Hadi Wawan Guntoro juga mengungkapkan bahwa ajang ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor—mulai dari organisasi olahraga, lembaga pendidikan, pemerintah, komunitas kepemudaan, dunia usaha, hingga media massa—guna mendukung keberlanjutan pembinaan atlet serta memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ignatius Joshua Kandou, menyampaikan bahwa penyelenggaraan edisi keempat ini mengalami peningkatan kualitas dan cakupan peserta yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Visi dan misi kami sejalan dengan Pemprov, KONI, dan FORKI Jatim, yaitu membangun atlet muda menuju prestasi dunia. Tahun ini kemajuannya sangat terasa, terutama dari keterlibatan peserta dari luar Jawa seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara (Kaltara), hingga Kalimantan Timur (Kaltim),” ujar Joshua saat ditemui di sela-sela kompetisi di GOR CLS Kertajaya.

READ  Kick Off Bola Gembira, Legenda Timnas Bagi Caranya Jadi Pemain

Diikuti Hampir 2.000 Peserta

Kejurnas Karate Pemprov Jatim edisi ke-4 ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni kategori Open yang diikuti sekitar 700 peserta, serta kategori Pelajar yang menampung hingga 1.100 peserta. Total akumulasi peserta yang memadati arena GOR CLS mencapai hampir 2.000 atlet.

“Persaingan sangat positif dan kompetitif, khususnya di kategori kumite beregu. Banyak daerah dari luar provinsi yang berbondong-bondong datang dan menunjukkan semangat tinggi. Tidak ada yang mau kalah, semua saling terpacu,” lanjut Joshua pemegang medali perunggu Asian Games Huangzhou China tahun 2023 ini.

Peningkatan Skala Nasional dan Tata Kelola Kejuaraan

Selain jangkauan peserta yang makin meluas secara nasional, Kejurnas Karate memperebutkan Piala Bergilir Pemprov Jatim IV ini juga menyoroti aspek profesionalisme penyelenggaraan di arena GOR CLS. Joshua menjelaskan bahwa ajang ini terus dibenahi dari segi:

  • Kecakapan Wasit dan Perangkat Pertandingan: Menjamin kualitas kepemimpinan laga yang adil dan berstandar tinggi.
  • Branding dan Tata Kelola Event: Dikemas secara matang guna mendorong pertumbuhan industri olahraga (karate) di tanah air.
READ  Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Atlet Panjat Tebing Pelatnas

Sebagai mantan atlet nasional, Joshua menekankan pentingnya jam terbang bagi atlet muda melalui kompetisi bergengsi. Menurut peraih medali emas Sea Games kumite -75Kg Putra edisi 2025 ini, pematangan mental, teknik, dan taktik bertanding hanya bisa didapatkan melalui frekuensi kompetisi yang kompetitif.

Saat ditanya mengenai peluang dirinya kembali berlaga sebagai atlet mewakili Jawa Timur pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, Joshua menyatakan tetap membuka kemungkinan tersebut. “Sesuai arahan dan jika ada niat yang bulat, kemungkinan untuk kembali tampil masih ada,” pungkas pelatih Dojo Karate JWON tersebut. (Harun)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page