SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Open Piala Bergilir Pemprov Jatim IV Tahun 2026 resmi dibuka, Sabtu (10/11/2026) di GOR CLS, Jl Kertajaya Indah Timur I No.1, Surabaya, Jawa Timur. Acara ceremonial opening ini dihadiri dan dibuka secara resmi bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur, Muhamad Hadi Wawan Guntoro.
Kejurnas Karate Pemprov Jatim ini terselenggara atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Jatim, serta FORKI Jawa Timur, yang menjadi wadah krusial dalam mencetak atlet karate muda berbakat menuju panggung prestasi dunia.
Ketua Panitia Pelaksana, Ignatius Joshua Kandou, menyampaikan bahwa penyelenggaraan edisi keempat ini mengalami peningkatan kualitas dan cakupan peserta yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Visi dan misi kami sejalan dengan Pemprov, KONI, dan FORKI Jatim, yaitu membangun atlet muda menuju prestasi dunia. Tahun ini kemajuannya sangat terasa, terutama dari keterlibatan peserta dari luar Jawa seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara (Kaltara), hingga Kalimantan Timur (Kaltim),” ujar Joshua saat ditemui di sela-sela kompetisi di GOR CLS Kertajaya.
Diikuti Hampir 2.000 Peserta
Kejurnas Karate Pemprov Jatim edisi ke-4 ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni kategori Open yang diikuti sekitar 700 peserta, serta kategori Pelajar yang menampung hingga 1.100 peserta. Total akumulasi peserta yang memadati arena GOR CLS mencapai hampir 2.000 atlet.
“Persaingan sangat positif dan kompetitif, khususnya di kategori kumite beregu. Banyak daerah dari luar provinsi yang berbondong-bondong datang dan menunjukkan semangat tinggi. Tidak ada yang mau kalah, semua saling terpacu,” lanjut Joshua pemegang medali perunggu Asian Games Huangzhou China tahun 2023 ini.
Peningkatan Skala Nasional dan Tata Kelola Kejuaraan
Selain jangkauan peserta yang makin meluas secara nasional, Kejurnas Karate memperebutkan Piala Bergilir Pemprov Jatim IV ini juga menyoroti aspek profesionalisme penyelenggaraan di arena GOR CLS. Joshua menjelaskan bahwa ajang ini terus dibenahi dari segi:
- Kecakapan Wasit dan Perangkat Pertandingan: Menjamin kualitas kepemimpinan laga yang adil dan berstandar tinggi.
- Branding dan Tata Kelola Event: Dikemas secara matang guna mendorong pertumbuhan industri olahraga (karate) di tanah air.
Sebagai mantan atlet nasional, Joshua menekankan pentingnya jam terbang bagi atlet muda melalui kompetisi bergengsi. Menurut peraih medali emas Sea Games kumite -75Kg Putra edisi 2025 ini, pematangan mental, teknik, dan taktik bertanding hanya bisa didapatkan melalui frekuensi kompetisi yang kompetitif.
Saat ditanya mengenai peluang dirinya kembali berlaga sebagai atlet mewakili Jawa Timur pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, Joshua menyatakan tetap membuka kemungkinan tersebut. “Sesuai arahan dan jika ada niat yang bulat, kemungkinan untuk kembali tampil masih ada,” pungkas pelatih Dojo Karate JWON tersebut. (Harun)






















