Metro9berita.co.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat mengkritisi sikap Hotman Paris yang dinilai merendahkan wartawan saat konferensi pers terkait pemeriksaan mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah sebagai tersangka korupsi, Jumat (17/7/2026).
“Pernyataan (Hotman Paris) tersebut dinilai telah merendahkan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan berpotensi mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ucap Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, dalam keterangan resmi yang diterima media Tirto, Minggu (19/7).
Diketahui konferensi pers itu, Hotman Paris salah satunya melontarkan kalimat “lu punya otak enggak?” kepada seorang wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di Kejaksaan Agung.
Senada, Ketua Umum AJI, Nany Afrida, menilai ucapan yang merendahkan iurnalis ketika menjalankan tugas jurnalistik merupakan bentuk intimidasi verbal yang bertentangan dengan prinsip kebebasan pers.
“Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menilai ucapan yang merendahkan jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik merupakan bentuk intimidasi verbal yang tidak sejalan dengan prinsip kebebasan pers,”
ujarnya, Minggu (19/7).
Ketua Umum lwakum, Irfan Kamil, juga mengecam keras pernyataan advokat yang merendahkan martabat profesi wartawan. Iwakum menuntut Hotman untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Kami sangat mengecam dan menuntut Hotman Paris untuk meminta maaf atas pernyataan-pernyataan yang merendahkan wartawan dan mengarah pada pembungkaman kebebasan pers,” kata Kamil.
Dalam konferensi pers itu, Hotman Paris tak hanya sekali melontarkan pernyataan yang merendahkan wartawan. Dia juga meminta wartawan untuk bertanya kepada kakek penanya. Bahkan, ia meminta wartawan untuk tak lagi berbicara.
Tak hanya itu, Hotman bahkan menyebut wartawan pengecut jika tak bertanya ke Polri saat ditanya mengenai adanya penanganan perkara vang keliru dalam kasus Febrie Adriansyah.
“Makanya malam ini kalian langsung ke Mabes Polri tanya kalau kau kalau kau bukan pengecut,” katanya. (*)























