DPRD Surabaya Minta Pemkot Perhatikan Nasib Guru Honorer

Beban Kerja dan Penghasilan Masih Timpang

LOGO METRO SEMBILAN (NEW)
DPRD Surabaya
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri. (MS/RADITA)

Metro9Berita.co.id – Kesejahteraan guru honorer di Surabaya menuai sorotan dari anggota DPRD Surabaya, Agus Mashuri. Pasalnya, kepada awak media, Rabu siang (19/8/2026) lalu, dengan tegas, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperhatikan nasib mereka, karena beban kerja dan pendapatan yang masih timpang.

Menurut anggota Komisi D DPRD Surabaya ini, kondisi penghasilan tenaga honorer perlu menjadi perhatian serius, agar mereka juga memperoleh hak yang lebih layak.

“Pemerintah Surabaya harus memperhatikan itu karena banyak tenaga honorer di Surabaya yang mendapat honor masih bisa dikatakan di bawah,” kata Agus.

Example 300x600

Agus menilai persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait. Pemerintah kota dinilai perlu memperoleh informasi mengenai kondisi tenaga honorer sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

READ  PSG Unika U12 Akhirnya Raih Kemenangan Pertama

“Harus sering berkoordinasi dengan pihak-pihak tertentu agar pemerintah kota juga mendapat informasi sehingga bisa dijadikan pedoman untuk bisa mendapatkan hak yang layak,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Khadijah 2 Surabaya Mulik Cholilah mengatakan kesejahteraan yang diterima guru honorer belum sepenuhnya sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab yang dijalankan.

Mulik telah mengabdi sebagai guru honorer selama 18 tahun. Ia mengatakan pekerjaan guru tidak hanya dilakukan saat jam pembelajaran, tetapi juga mencakup persiapan pembelajaran, penilaian, pendampingan siswa, administrasi, serta koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua.

READ  DPRD Surabaya Fasilitasi Mediasi Parkir Liar Truk di Semut Baru

“Kalau dibandingkan dengan beban kerja dan tanggung jawab yang dijalankan, tentu belum sepenuhnya sebanding,” katanya, Sabtu sore (22/8) melalui pesan WhatsApp.

Lebih lanjut, ia menuturkan, bahwa perhatian terhadap nasib guru honorer tidak hanya berkaitan dengan nominal gaji. Tetapi juga mengenai penghargaan terhadap masa pengabdian dan kesempatan untuk berkembang secara profesional juga diperlukan.

“Yang kami harapkan bukan semata-mata soal nominal, tetapi adanya penghargaan dan perhatian yang lebih terhadap pengabdian guru honorer,” ujarnya.

Mulik berharap Pemkot Surabaya dapat meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer, termasuk memberikan kepastian dan penghargaan terhadap masa pengabdian mereka.

READ  PWI Nganjuk Gelar Diklat Jurnalistik Bagi Guru SMPN

Ia menilai peningkatan kesejahteraan guru diperlukan agar pelayanan pendidikan kepada siswa dapat berjalan lebih optimal. (Mg1/Mg2)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page