Bupati Mojokerto Tinjau Pelebaran Jalan Panjer-Seduri

Avatar photo
Bupati Mojokerto
Muhammad Albarra, Bupati Mojokerto saat meninjau pelebaran jalan, Senin (2/11/2026). (IST)

MOJOKERTO – Bupati bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat pembangunan infrastruktur jalan demi meningkatkan kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat. Salah satunya melalui proyek pelebaran ruas Jalan Panjer-Seduri, Kecamatan Mojosari, yang diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

Keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, yang akrab disapa Gus Barra. Seperti saat terpantau turun ke lapangan untuk meninjau progres pengerjaan pelebaran jalan pada Senin (2/11/2026) pagi. Dalam peninjauan tersebut, Gus Barra didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah.

Example 300x600

Gus Barra menjelaskan, pelebaran Jalan Panjer-Seduri menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas jalan di kawasan Mojosari yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup padat. Selain mengurai kepadatan kendaraan, peningkatan infrastruktur ini juga ditujukan untuk mempermudah akses masyarakat menuju sejumlah fasilitas publik.

READ  3 Wakil Rakyat Terjaring Pesta Narkoba di Surabaya

Di antaranya akses menuju MTsN 1 Mojokerto dan SMAN 1 Mojosari yang setiap hari menjadi jalur mobilitas para pelajar. Tak hanya itu, pelebaran jalan juga diharapkan memperlancar akses menuju Pasar Mojosari sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat.

“Pelebaran jalan ini untuk mengurai kemacetan di Mojosari. Selain itu, juga mempermudah akses menuju sekolah sehingga mendukung kegiatan pendidikan, serta memperlancar akses ke Pasar Mojosari untuk menunjang perekonomian masyarakat,” jelas Gus Barra saat meninjau lokasi.

Ia menyampaikan, sebelum dilakukan peningkatan, ruas Jalan Panjer-Seduri hanya memiliki lebar sekitar empat meter. Kini, melalui pekerjaan pelebaran yang telah dilaksanakan, kapasitas jalan tersebut meningkat menjadi sekitar enam hingga tujuh meter.

Secara keseluruhan, proyek pelebaran jalan ini direncanakan memiliki panjang sekitar 1,4 kilometer dan dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, pekerjaan mencakup sepanjang kurang lebih 680 meter dengan jadwal pelaksanaan mulai 4 Juni hingga 31 Oktober 2026.

READ  Gubernur Khofifah Tinjau Pembibitan Sapi Perah di Kota Batu

Sementara itu, sisa pekerjaan sepanjang lebih dari 700 meter akan dilanjutkan pada awal 2027. Pemkab Mojokerto pun berkomitmen mempercepat proses administrasi dan tahapan lelang agar pembangunan lanjutan dapat segera direalisasikan.

“Pelebaran Jalan Panjer-Seduri ini direncanakan sepanjang 1,4 kilometer. Sisanya sekitar 700 meter lebih akan kita lanjutkan pada awal 2027. Kita upayakan segera dilelang supaya pengerjaannya bisa diselesaikan dan jalan ini semakin optimal,” tegasnya.

Selain memastikan progres pelebaran Jalan Panjer-Seduri, Gus Barra juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah. Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mojokerto adalah revitalisasi Jembatan Turi yang berada di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari.

Jembatan tersebut memiliki fungsi vital karena menjadi salah satu akses penghubung antara Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo. Untuk mendukung revitalisasi tersebut, anggaran sekitar Rp74 miliar hingga Rp75 miliar disebut bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

READ  Kombes Pol Dewa Wijaya, Sosok Tegas dalam Penegakkan Hukum

Gus Barra mengungkapkan, pekerjaan revitalisasi Jembatan Turi dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 11 November 2026.

“Insyaallah tanggal 11 November mulai dikerjakan. Anggarannya dari Kementerian PUPR dengan nilai sekitar Rp74 miliar sampai Rp75 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan maupun jembatan merupakan bagian penting dalam memperkuat konektivitas wilayah. Infrastruktur yang memadai tidak hanya menunjang kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga mempercepat distribusi barang dan jasa serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Melalui pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap kualitas infrastruktur semakin meningkat. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan, pusat perdagangan, dan berbagai layanan publik dapat semakin mudah, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Mojokerto. (Wul)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page