4 Mahasiswi Unesa Magang Metro9 Masuki Fase Upload Berita

Reportase dan Kirim Artikel Lewat Email Dinilai Baik

LOGO METRO SEMBILAN (NEW)
Metro9
MAGANG: Pemred Metro9, Harun Effendy menunjukkan kepada empat mahasiswi Unesa tampilan portal berita di Alooka, Gununganyar, Surabaya, Selasa (1/9/2026) pagi. (MS/Cinta)

Metro9Berita.co.id – Progres kuliah magang empat mahasiswi Unesa di media siber Metro9 memasuki fase krusial, Selasa (1/9/2026) pagi di Surabaya, yakni belajar upload artikel secara mandiri ke portal berita.

Tahap upload setelah dua pekan lamanya bersama Metro9, mereka terjun reportase langsung di lapangan. Namun hasil liputan dikirim ke redaksi lewat surat elektronik (surel) atau e-mail.

Example 300x600

Pada sesi belajar mengajar di Alooka Gununganyar tersebut, bahkan keempat mahasiswi memberikan kejutan berupa karya visual intro Metro9 yang dikemas tematik memanfaatkan teknologi AI.

Hal itu membuat haru penuh kebanggaan manajemen perusahaan yang diwakili oleh Pemimpin Redaksi Harun Effendy. “Meski belum sempurna, tetapi setelah saya share, banyak menuai apresiasi publik, komentarnya ciamik, uwapik, dan ada yang minta diajari buatnya,” tutur Harun.

READ  Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 2 Mojoanyar Dimulai

Keempat mahasiswi kreatif itu adalah Hanum Mafrudho, Radita Ayu Meilani, Iid Azzimatul Izzah, dan Febri Amel Putri Widarma. Berikutnya mereka juga akan membuat visualisasi berita unggulan.

Kembali ke proses transfer ilmu dan wawasan terkait upload berita ke portal online secara mandiri, Harun mengaku juga relatif lancar. “Anak-anak cukup rajin dan nyimak. Hal inilah yang menyebabkan proses belajar kelas dan praktik lapangan sejauh ini memuaskan,” bebernya.

Di lapangan, keempat mahasiswi tersebut melakukan peliputan di lingkungan Pemkot Surabaya, DPRD Surabaya, dan Pemprov Jatim. “Kita masih kesulitan ke pos gubernuran di Gedung Grahadi, karena kata pak satpam masuk dan menunggu di press room, harus izin ketua pokja, tapi kalau di-WA, low respons,” ungkap salah satu mereka.

READ  Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Aktif Laporkan Peredaran Narkoba

Soal kendala itu, Harun dengan santai mengatakan, agar tidak terlalu serius menanggapi dugaan perlakuan ‘diskriminatif’ itu. “Mungkin di ruang media ada barang-barang pribadi, atau juga lagi sibuk, yang penting di pos lainnya lancar, juga liputan undangan,” tutur Pemred Metro9 menyemangati.

Dengan progres sejauh ini, Harun optimis, anak-anak ini berpotensi menjadi jurnalis profesional. “Selain rajin, juga berwawasan dan cerdas, serta semangat. Ini modal bagus ke depannya kalau mereka benar-benar terjun di media,” jelasnya.

Sementara keempat mahasiswi itu, mengaku senang bisa kuliah magang di Metro9, alasannya selain belajar kelas, juga praktik lapangan.

READ  Dewan Pers Uji Publik Rancangan Peraturan Dana Jurnalisme

“Ada teman-teman yang magang di media lain, yang cuma liputan saja, bahkan, ada yang menunggu dikabari. Istilahnya banyak nganggur-nya. Makanya pihak kampus rencana meresmikan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Metro9. Supaya adik-adik leting nantinya juga bisa magang di sini pada semester-semester mendatang,” tukas Hanum mewakili teman-temannya. (Redaksi)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page