SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Merespons pemberitaan media siber ANNcoid dan Faktabaruid yang menyoroti legalitas, Sekretaris Panitia Alexander Sengko menegaskan, bahwa Kejurprov Karate FORKI Jawa Timur (Jatim) pada 10-12 April 2026 mendatang di GOR Ken Arok, Kota Malang, adalah resmi dan legal.
Hal ini menanggapi salah satu poin hasil rapat kerja (raker) perguruan karate INKAI Jawa Timur, meragukan keabsahan kepanitiaan terkait habisnya masa bakti kepengurusan FORKI Jatim. Lantas menyatakan tidak turun di Kejurprov FORKI Jatim 2026 tersebut.
“Saya perlu meluruskan ini, bahwa Kejurprov FORKI Jawa Timur pada 10-12 April di GOR Ken Arok, Kota Malang, nanti itu resmi dan legal,” tegas Sensei Alex, sapaan akrab Alexander Sengko, Senin malam (30/3) di Surabaya.
Alex menambahkan, INKAI sebagai juara bertahan tidak turun, sebetulnya tidak masalah. Karena kejurprov sifatnya tidak wajib. Maka semua kembali kepada masing-masing perguruan di tingkat provinsi, juga FORKI kabupaten/kota.
Menurut Alex, kalau pernyataan ilegal, karena alasan masa bakti pengurus FORKI Jatim habis per 27 Maret kemarin. Dia menyangkal kalau itu dalam AD/ART sudah jelas.
“Apabila belum terbentuk kepengurusan baru sampai pada masa berakhirnya. Diberikan kesempatan enam bulan untuk menyiapkan musyawarah provinsi (musprov). Kalau ternyata masih juga tidak terbentuk, barulah PB FORKI mengambil alih kepengurusan,” terang Sensei Alex kepada wartawan.
Selain itu, masih Alex, tanpa pemberitahuan, PB juga sudah tahu, kalau masa bakti pengurus Jawa Timur itu habis. “Cuman atas niat baik, karena PB FORKI mau menggelar kejurnas. Maka kita juga harus menyiapkan tim ke kejurnas. Dan salah satu unsur seleksinya itu ya melalui kejurprov ini,” tuturnya.
Alex bertanya, kalau kejurprov ditiadakan, terus yang mewakili Jawa Timur ke kejurnas siapa?
“FORKI Jawa Timur di bawah kepemimpinan bapak Samsul Muarif ini berkomunikasi dengan PB untuk membuat surat permohonan perpanjangan. Alasannya menggelar kejurprov untuk seleksi ke Kejurnas PB FORKI pada 10-13 Mei 2026 di Soreang Jawa Barat,” tandasnya.
Sambung Alex, bahwa hal-hal semacam ini normatif. Surat pemberitahuan juga sudah disampaikan kepada perguruan di tingkat provinsi, maupun FORKI kabupaten/kota.
“Mungkin. Saya ini kan juga pelaku sejak FORKI zaman pak Anwar Kusuma, lalu pak Totok Lusida dua periode, lalu pak Made mantan pangdam satu periode. Dan dua-duanya ada masa perpanjangan. Kenapa saat itu biasa-biasa saja. Tidak ada masalah. Terus sekarang kok dipermasalahkan, ada apa, why?,” tanya lagi Alex heran.
Kejurprov dan Musprov Tetap Jalan
Soal musprov, jelas Alex, sudah di-planning tersendiri. Maka dalam waktu dekat, pihaknya akan membentuk kepanitiaan musprov. Tepatnya Jumat, 3 April lusa bertempat di Mojokerto dengan mengundang semua anggota FORKI Jatim. “Jadi kejurprov jalan, musprov juga dipersiapkan,” terangnya.
Sekali lagi, Alex menegaskan, bahwa Kejurprov Jatim 2026 lusa di Kota Malang itu legal. Apalagi pemberitahuan ke pusat sudah. Dan proposal kegiatan juga sudah beredar lama.
Kemudian peserta juga banyak yang sudah mengisi list baik FORKI maupun perguruan. Lebih dari 25 kontingen, dan terus bertambah. “Seperti FORKI Surabaya turun kok, di situ ada atlet INKAI, juga INKANAS, ya lumayan jumlahnya,” beber Alex.
Sehingga meski menyatakan tidak turun. Tapi atlet-atlet INKAI tetap bertanding memperkuat kontingen FORKI kabupaten/kota.
“Harapan saya mari kita sukseskan Kejurprov FORKI Jatim ini. Terkait dinamika musprov itu sebetulnya dua hal yang berbeda. Saya selaku sekretaris panitia mengharapkan kepesertaan dari semua stakeholder baik perguruan maupun FORKI kabupaten/kota,” pinta Alex.
Sertifikat Kejurprov Punya Skor Japres Tinggi
Sensei Alex juga menyebut, bahwa sertifikat kejurprov sangat bermanfaat dan memiliki skor tinggi untuk seleksi masuk sekolah negeri lewat jalur prestasi (japres). Karena kejuaraan resmi, bukan turnamen open.
Kejurprov ini pesertanya terbatas baik siapa atlet yang boleh turun, terus jumlah peserta maupun nomor pertandingan.
“Setiap kelasnya satu tim hanya diizinkan mengirimkan empat atlet saja. Tidak ada kontingen A, B. Tapi hanya kontingen tunggal atas nama perguruan atau FORKI kabupaten/kota,” ujarnya.
Sebab umumnya atlet yang gagal seleksi di perguruannya, akhirnya ikut seleksi di FORKI kabupaten/kota. Tapi kalau tetap gagal, maka dia tidak bisa tampil di kejurprov. “Kejurnas juga sama. Pesertanya dibatasi, tidak semua bisa ikut,” beber Sensai Alex Sengko.
Lebih jauh, Sensei Alex juga menjabarkan perbedaan kejurnas open itu untuk menambah jam terbang atlet. Supaya materi latihan dari pelatih bisa diaktualisasikan ke dalam kejuaraan.
“Puncaknya kalau di Jawa Timur itu kejurprov. Hasil latihan ini seperti apa. Inilah kejurprov dengan tingkat persaingan tinggi dan prestige. Sayang kalau dilewatkan, terutama yang sudah kelas 5 SD,” pungkasnya. (Adv/Harun)
🛡 Disclaimer
Berita ini ditulis berdasarkan Asas Praduga Tak Bersalah. Segala tuduhan belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Maka media ini membuka ruang Hak Jawab bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini. Sesuai ketentuan UU Nomor 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.




















