Kahfi deRossi di Bangkok: Orang Thailand Ramah Sedikit Bicara

Catatan eks Kapten Unika Bajul Ijo U-17 Soeratin

Avatar photo
Kahfi deRossi
Kahfi deRossi mengunjungi venue SEA Games 2025 kemarin, Kompleks Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand. (MS/AI-Swafoto)

BANGKOK, Metro9berita.co.id – Pagi itu, Sabtu (21/2/2026) pesepakbola muda binaan Liga Persebaya asal klub Sasana Bhakti, Kahfi deRossi mengunjungi kompleks Stadion Rajamangala di Ibukota Bangkok, karena libur latihan.

Kahfi deRossi datang di Stadion Rajamangala Bangkok itu dengan mengenakan jersey Bajul Ijo U-17 Soeratin 2023, peserta Liga 3 PSSI Jawa Timur yang andil membesarkan namanya. Namun sayang stadion utama yang menjadi venue SEA Games 2025 kemarin itu, sedang berlangsung konser musik.

Oleh karena itu, pemilik nama lengkap Muhammad Kahfirossi Satria Hantaliandy ini memutuskan untuk berjalan ke bagian lain kompleks Stadion Rajamangala.

Example 300x600

“Waktu di pintu depan ada petugas berjaga-jaga. Sebagai tamu yang baik, mengambil gambar di situ khawatir malah kena masalah. Jadi saya geser ke sisi lain stadion yang jauh dari keramaian,” katanya.

Diketahui, eks Kapten Unika Bajul ijo ini menerima undangan trial sepak bola ke Thailand setelah melalui observasi video penampilannya selama di Liga Persebaya yang live streaming di kanal YouTube Smekdors.

Puncaknya saat membantu klub Semut Hitam hingga ke final Liga 4 Piala Wali Kota Surabaya tahun 2025 kemarin. Selang dua hari deRossi menerima kabar adanya undangan trial di Bangkok.

Pada awalnya klub Liga 3 Thailand, Assumption United telah berkirim surat undangan.

Namun pada perkembangannya pelatih pendamping selama di Bangkok, Romanus Seran Bria, condong ke surat Inter Thailand Academy.

Bukan tanpa alasan, karena coach Roman sedang membidik kontrak Liga 2 jika bersama akademi Inter Thailand tersebut. Sebab satu manajemen dengan klub Liga 3 lainnya, Minburi City, tempat latihan deRossi saat ini.

READ  Kisruh KBI Jatim Memanas, Muncul Desakan Musprovlub

Saat keberangkatan dari Surabaya ke Bandara Soetta di Tangerang Banten, Kahfi deRossi juga dapat support dari Jetras, Unika, DWP Inspektorat Jatim, ElangBali, juga salah satu Exco PSSI.

Sehingga sehari sebelum keberangkatan, dia berkesempatan bermalam dan menikmati hiruk-pikuk ibukota Jakarta. Baru keesokan harinya, Rabu (18/2) bertolak ke negeri Gajah Putih.

Rupiah Menguat Tapi Kuliner Mahal

Puas keliling kompleks stadion, saatnya Kahfi deRossi kembali ke apartemen dia tinggal. Tempatnya memang tak jauh dari Stadion Rajamangala.

Tak banyak dia lakukan selain main hp, ibadah karena suasana bulan suci Ramadan, juga tidur istirahat. Atau latihan mandiri lari keliling kompleks.

Saat waktu buka puasa pun tiba. Kebetulan tempat dia tinggal itu dekat pasar kuliner, bersebelahan. Makanya untuk mengusir penasaran, ia juga mencicipi citarasa lokal.

Beruntung begitu masuk Thailand di ponselnya muncul notifikasi aplikasi Dana. Kalau saldo rupiah terkonversi ke mata uang bath.

Dari penghitungan per Rp20 ribu setara 40 bath. Nilai ini turun di hadapan rupiah jika berkaca pada 2019 silam, di mana per 40 bath sama dengan Rp50 ribu.

Namun Kahfi deRossi tidak bisa senang dulu. Penyebabnya kalau dirupiahkan, harga gorengan di Thailand senilai Rp5-10 ribu. Kemudian mie ayam Rp65 ribu. Boleh dibilang angka inflasi lebih besar dari Indonesia.

“Rasanya kangen masakan ibu saya yang enak sedunia, dengan harga segitu,” ucap deRossi, Minggu malam (22/2) kepada media ini.

READ  Bikin Paspor Baru di Kantor Imigrasi Surabaya Ternyata Mudah

Tinggal di Kompleks Muslim Bangkok

Awalnya semua orang meragukan bagaimana kehidupan di mayoritas penduduk beragama Buddha ini. Belum lagi isu perdagangan anak TPPO yang booming saat itu berkat viral pesepakbola muda berangkat sendiri, akhirnya tiba dan jadi pekerja scamming judol di Kamboja.

Tapi ternyata di Ibukota Bangkok Islam tumbuh pesat, menurut informasi Kahfi deRossi sekitar 30%. Makanya tak heran mudah dijumpai masjid terutama untuk Shalat Jumat.

Karena itu, setibanya deRossi di Bangkok. Berita-berita miring itu seketika sirna. Berubah menjadi dukungan positif. Hal ini dibenarkan oleh coach Roman.

“Baru tahu saya, deRossi terkenal terutama di Jawa Timur, seharusnya saya ajak dari tahun lalu. Karena tiap hari telepon saya berdering, mereka yang tadinya meremehkan, kini percaya,” sergah Romanus.

Sehingga di kesempatan ini, dia juga mengundang bakat lain untuk datang bersamanya ke Thailand. Alasannya, sepak bola Thailand profesional meski di kasta Liga 3.

“Tidak hanya secara individu, tapi saya juga mengajak tim SSB atau akademi di Indonesia, bisa ikut turnamen internasional yang rutin digelar di Thailand,” timpalnya.

Kahfi deRossi Pesepakbola dengan Bakat Jurnalistik

Bakat jurnalistik juga mengalir ke pemain muda serba bisa Kahfi deRossi. Itu dibuktikan saat lulus ujian OKK PWI Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Makanya dia juga sering tampil pada kegiatan sepak bola mulai latihan, sparing, hingga turnamen bareng awak media olahraga baik di Surabaya maupun sejumlah daerah di Jawa Timur.

READ  Kota Mojokerto Tuan Rumah Gebyar Senam PORPI se-Jawa Timur

Sehingga dia tak lupa untuk melakukan reportase atau laporan termasuk ke media ini. Semua dia lakukan dengan suka cita di kala tidak ada sesi latihan.

“Di sini kendala bahasa. Utamanya di daerah saya tinggal ini, apalagi hurufnya juga kanji. Sampai saat ini, saya masih kesulitan menyebut nama kecamatan di sini,” kelakar pemuda humoris ini.

Terus katanya, orang-orangnya juga gercep. “Pas naik bus way begitu pintu terbuka, langsung gas. Harus buru-buru, kalau tidak cepat naik atau turun, bisa jatuh. Karena sopirnya sat-set,” tuturnya.

Kemudian tidak ada penjual kelontong kayak Toko Madura. Laporan dia, adanya minimarket yang jaraknya mencapai 3 kilometer dari dia tinggal.

“Orang Thailand ramah sekedar senyum sapa. Tapi langsung fokus urusan sendiri, tidak banyak berbicara. Beda kalau di kita, menyapa lanjut ngobrol di warung kopi,” bebernya.

Beruntung di tempatnya, dia menjumpai orang muslim Melayu. Sehingga masih bisa menggunakan bahasa Indonesia untuk diterjemahkan ke penduduk lokal.

Selain itu, yang membuat dia betah sampai hari ini, adalah peluang besar menjadi pesepakbola bola profesional di Thailand sangat terbuka.

“Saat ini pelatih saya dari Kolombia. Dan Pak Roman selaku pendamping terus menjalin komunikasi kemungkinan tampil di Liga 2 pada Juni Juli mendatang. Insyaallah mohon doanya,” pungkas mahasiswa semester satu FIKK Unesa ini. (red)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page