KONI Jatim Hormati Proses Hukum Kasus Pencabulan Atlet

Dugaan Asusila Ketum Kick Boxing WPC

Avatar photo
KONI Jatim
Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil. (MS/Humas)

SURABAYA (Metro9) – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim), Muhammad Nabil, menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Kick Boxing Indonesia (KBI) Jawa Timur, inisial WPC.

Ketum KONI Jatim, Nabil menyatakan bahwa perkara tersebut sepenuhnya berada dalam ranah penegakan hukum sehingga penanganannya menjadi kewenangan aparat kepolisian. “Itu merupakan ranah hukum sehingga menjadi urusan kepolisian. Mudah-mudahan prosesnya bisa segera selesai,” ujar Nabil.

Menurut dia, KONI Jawa Timur sebagai induk organisasi olahraga di tingkat provinsi hanya memiliki fungsi koordinatif terhadap cabang olahraga, termasuk KBI Jatim. Sementara itu, terkait sanksi organisasi maupun keputusan internal, sepenuhnya menjadi kewenangan Pengurus Besar (PB) Kick Boxing Indonesia.

Example 300x600

Karena itu, KONI Jatim akan mengikuti setiap keputusan yang diambil oleh PB KBI terkait status kepengurusan organisasi tersebut.

READ  Sapi Bali Betina Diduga Lolos ke Jawa Tanpa Pemeriksaan Ketat

Saat ini, posisi Ketua KBI Jatim yang sebelumnya dijabat Wira Prasetya Catur telah diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Penunjukan Plt tersebut dilakukan langsung oleh PB KBI tanpa keterlibatan KONI Jawa Timur.

“Sudah ada pelaksana tugasnya, tetapi penunjukan itu berasal dari PB KBI. KONI tidak terlibat dalam hal tersebut,” kata Nabil.

Meski demikian, Nabil memastikan bahwa kasus tersebut tidak akan mengganggu proses pembinaan atlet kick boxing di Jawa Timur. Ia menilai pembinaan dan program latihan atlet tetap berjalan sebagaimana mestinya.

READ  Polri dan Jurnalis Bagikan 1.500 Takjil kepada Masyarakat

Dalam waktu dekat, Pengprov KBI Jatim juga dijadwalkan menggelar musyawarah provinsi (musprov) untuk memilih ketua baru yang akan memimpin organisasi tersebut ke depan.

Nabil mengaku menyayangkan kasus tersebut terjadi di lingkungan olahraga. Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh pengurus cabang olahraga untuk lebih fokus pada pembinaan, pemberdayaan atlet, serta peningkatan prestasi.

Menurutnya, integritas dan profesionalisme pengurus olahraga sangat penting agar ekosistem olahraga tetap sehat dan kondusif bagi para atlet.

“Secara organisasi, apabila diperlukan, KONI akan ikut membantu mempersiapkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan KBI Jawa Timur, khususnya dalam menyambut ajang PON Bela Diri,” ujarnya.

READ  Panen Cabai Lokal, Pemkot Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusivitas dunia olahraga di Jawa Timur agar pembinaan atlet tetap berjalan optimal serta mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. (*)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page