SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali membuktikan kapasitasnya sebagai lumbung atlet disabilitas berprestasi nasional. Dalam ajang ASEAN Para Games XIII/2025 Thailand, yang berlangsung pada 20 hingga 26 Januari 2026 di Nakhon Ratchasima, kontingen Indonesia sukses meraih peringkat kedua klasemen umum.
Pada kesempatan itu, Jawa Timur berkontribusi besar dengan menyumbangkan total 40 medali. Terdiri dari 10 medali emas, 20 perak, dan 6 perunggu dari para atlet. Serta tambahan 3 medali emas dan 1 medali perak dari pelatih dan ofisial.
Sebanyak 15 atlet asal Jawa Timur tampil membanggakan di berbagai cabang olahraga, di antaranya para atletik, renang, panahan, bulu tangkis, tenis meja, dan voli duduk. Mereka berasal dari berbagai kabupaten/kota, seperti Sidoarjo, Surabaya, Kediri, Mojokerto, Malang, Gresik, Batu, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, dan Situbondo.
Peraih medali emas, antara lain Ken Swagumilang (Sidoarjo) meraih dua medali emas di nomor men’s individual compound open dan men’s doubles compound open pada cabor para panahan. Kemudian Firza Faturahman Listianto (Surabaya) menyumbang dua emas nomor men’s 100 meter T46 dan men’s 200 meter T46 cabang para atletik.
Selanjutnya Khalimatus Sadiyah (Mojokerto) menorehkan emas dari nomor women’s doubles SL3-SU5 cabang para bulu tangkis. Dan Maulana Rifky Yavianda (Gresik) mencatatkan dua emas dari cabang para renang nomor 50 meter butterfly S12 dan 100 meter freestyle S12.
Sementara itu, Mutiara Cantik Harsanto (Nganjuk) membawa pulang dua medali emas pada nomor 50 meter dan 100 meter breaststroke SB9. Berikutnya Ubaidillah Amsyar Juba Ramadhani (Sidoarjo) menambah raihan emas dengan kemenangannya di nomor 100 meter butterfly S10.
Pada kategori medali perak, kontribusi antara lain oleh Nanda Mei Sholihah (Kota Kediri) dengan tiga medali perak, Joko Muliyono (Batu) dengan dua medali, dan Ryan Arda Diarta (Kota Kediri) yang juga menyumbang dua medali. Lalu atlet lainnya yang turut mempersembahkan medali perak, antara lain Khalimatus Sadiyah, Mutiara Cantik Harsanto, Ubaidillah Amsyar Juba Ramadhani, Syailendra Ihza Firmansyah Putra, Zahra Nur Azizah, Nasrullah, dan Achmad Supardi melalui berbagai nomor perlombaan individu dan beregu.
Sementara itu, raihan medali perunggu persembahan dari Oddie Kurnia Dwi Listyanto Putra, Tatok Hardiyanto. Serta beberapa atlet lainnya, yang juga sebelumnya meraih medali emas dan perak. Total, enam medali perunggu memperkuat kontribusi Jawa Timur dalam klasemen akhir ASEAN Para Games XIII Thailand.
Tak hanya dari sisi atlet, peran pelatih dan ofisial asal Jawa Timur juga menjadi bagian penting dari pencapaian nasional. Imam Kuncoro dan Dyah Sukma Ramadhani dari Kota Mojokerto, merupakan pelatih cabang para judo yang berhasil mempersembahkan medali emas.
Selanjutnya Haryono Soemardi asal Kota Malang turut menyumbang medali emas sebagai manajer tim catur. Sedangkan Deddy Whinata Kardiyanto dari Sumenep, pelatih tim voli duduk putra, mengantarkan timnya meraih medali perak.
Terpisah, Wakil Sekretaris NPCI Provinsi Jawa Timur, Roy Agustinus Soselisa, dalam keterangannya menyampaikan, bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari proses pembinaan yang berkelanjutan, terukur, dan berbasis ilmu keolahragaan.
Menurutnya, pendekatan sport science menjadi pilar utama dalam mencetak prestasi atlet disabilitas, mulai dari manajemen beban latihan, periodisasi, hingga penguatan psikososial atlet.
“Prestasi ini bukan semata-mata capaian individu, tetapi cerminan kualitas sistem pembinaan jangka panjang yang berbasis keilmuan. Kami membangun ekosistem latihan yang tidak hanya fokus pada kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental, dan adaptabilitas dalam tekanan kompetitif. Di balik medali, ada proses dan perjuangan panjang yang perlu diapresiasi secara kolektif,” ujar Roy.
Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa NPCI Jawa Timur akan terus memperluas jejaring kemitraan dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan organisasi sosial untuk menjaring lebih banyak talenta muda disabilitas.
Selain itu, peningkatan kompetensi pelatih dan pengembangan fasilitas latihan yang inklusif akan terus menjadi prioritas dalam strategi pembinaan ke depan.
NPCI Provinsi Jawa Timur menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur, pemerintah provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan ruang, perhatian, dan kepercayaan bagi para atlet disabilitas untuk bertumbuh dan berprestasi. Capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan langkah awal menuju panggung paralimpiade dunia.
“Dari Jawa Timur, untuk Kejayaan Indonesia di Pentas Dunia,” tandasnya. (*/her/red)
National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Timur
Sekretariat: JL. Panggreman IV/42, Kota Mojokerto, Jawa Timur
Email: npcjatim@gmail.com
Telepon: +62 321 2905660 (Hunting)














