SURABAYA, Metro9Berita.co.id – Sejumlah harga komoditas bahan pokok melonjak hingga 100 persen di pasar tumpah Medokan Ayu, H+1 Lebaran Idul Fitri 1447 H/ 2026 M, Minggu (22/3) pagi. Harga-harga seperti cabai, bawang putih, seikat kangkung kali hingga lauk cecek (kulit sapi) mencapai dua kali lipatnya dibandingkan saat puasa Ramadan.
Hal ini seperti penelusuran awak media, yang hendak membuat opor ayam dan sayur manisa. Termasuk harga komoditas sayur manisa sekilonya sudah mencapai Rp25 ribu.
“Harga-harga tidak masuk akal. Mau dapat THR pun juga cepat habis, kalau harga belanja bahan pokok naiknya selangit. Apalagi yang tidak dapat uang hari raya,” ujar sumber di pasar.
Dalam keterangannya, sumber juga mengaku mudik hanya sehari langsung tolak PP. “Kemarin habis shalat Ied, ke Nganjuk dekat saja perjalanan 3 jam dari Surabaya. Dan langsung tolak, balik menjelang Maghrib, tiba di Surabaya jam 9 malam kurang,” ujarnya.
Alasannya, karena juga diburu pekerjaan. Sebab Senin besok sudah harus beraktivitas normal. “Saya berharap harga-harga cepat normal saja,” harapannya.
Dari pantauan awak media. Kondisi pasar lengang, dan yang berjualan sekitar 30 persennya saja. Tidak diketahui ini permainan harga dari pedagang, atau memang dari tempat tengkulaknya yang sudah mahal.
Singkat cerita, belanjaan dua hari saat hari biasa. Namun pada Lebaran ini, cuma dapat sehari. “Belanja biasa 50k sudah dapat sayuran dan lauk. Tapi hari ini dibayar dua kali lipat,” keluhnya.
Sementara di Surabaya pada umumnya sendiri, viral istilahnya dijaga pemain inti. Karena kaum urban memang sedang menjalani tradisi mudik.
Dalam kesempatan kabar beredar, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akan melakukan pengawasan ketat, antisipasi kedatangan urbanisasi baru. Yakni mereka datang ke Surabaya harus jelas pekerjaannya.
Artinya bagi mereka yang nantinya datang ke Kota Pahlawan bersama kaum kerabatnya yang sudah di kota. Pemkot akan melakukan pemeriksaan ketat mulai tingkat RT. (harun)

















