JAKARTA, Metro9berita.co.id – Terminal Kalideres Jakarta Barat kalau dari Surabaya menjadi titik turun terdekat dengan Bandara Soetta Cengkareng. Karena berbatasan langsung dengan Tangerang, Banten.
Menurut informasi warga sekitar, jaraknya hanya 20 menit menggunakan moda taksi online. Atau mungkin juga bisa diakses menggunakan bus way.
Bagi yang ingin sejenak transit sehari, sebelum mengejar keberangkatan pesawat siang hari, kita bisa memanfaatkan penginapan kecil di sekitar lokasi. Harganya relatif terjangkau, kalau memenangkan penawaran.
Namun di tempat ini, saat berita ini ditayangkan, banyak sampah plastik berserak di sepanjang Jalan Raya depan Terminal Kalideres.
Daerahnya juga relatif sepi, jauh dari gambaran megapolitan. Katanya, bertepatan libur Tahun Baru Imlek, sedang kawasan ini dominasi etnis Tionghoa.
Makanya saat media ini berkeliling mulai pagi dan mengulang di malam hari, kondisinya mirip pusat keramaian kota kecil di daerah. Banyak tersebar warung makan non permanen, terus penerangan juga kurang, hingga kerapian.
Menurut tukang cukur rambut barbershop di lokasi, memang sepi karena Imlek, lalu kalau siang macet, katanya salah satu ada perbaikan PDAM yang mangkrak.
Kembali lagi, dari pantauan juga tidak ketemu warkop-warkop besar seperti di Surabaya. Apalagi tongkrongan sekelas kafe. Tapi kalau mau berjalan sejauh 2 km, ada pusat keramaian Daan Mogot. Di sini, terdapat mal kecil, lalu tempat cepat saji KFC, McD, Starbucks, ruko-ruko lalu rumah sakit dan pusat kuliner pujasera.
Tapi saat masuk pujasera, rerata panas karena atap asbes aluminium dan pendek. Selain itu juga banyak yang tutup. Kondisi lain banyak ditemui pedagang kaki lima. Dan hanya satu minimarket Alfamart di komplek perumahan Kalideres Permai.
Tapi dekat lokasi ada pusat grosir yang ramai pelanggan sejak buka pagi sampai malam, ramai sesak pembeli, namanya Hari Hari Swalayan.
Kendati demikian, juga ada lapangan futsal kecil sekedar berolahraga maupun kenalan dengan pemuda dan anak-anak di sekitar. Jadi kalau merasa cocok dengan situasi tenang di sini, silahkan mencoba singgah di sini, sebelum terbang lewat Bandara Soetta.
Atau juga bisa memilih langsung menginap di hotel berjarak sejengkal tanah dari Bandara Soetta, tapi jauh dari hiruk-pikuk lokal di ibukota sebesar DKI Jakarta?
Yang jelas menurut kacamata media ini, potensi bisnis terbuka lebar di sini, apabila mencermati gambaran artikel ini.
Baru ingat juga, saat siang banyak orang-orang, anak-anak, ibu-ibu bergerombol duduk di depan rumah-rumah kawasan perumahan. Entah apa yang dilakukan mereka, apakah ‘mengemis’, atau menunggu orang-orang kaya memakai jasa mereka, ART dadakan misalnya? Tidak sempat digali infonya. (har)














