Tuai Apresiasi, Ini Kesan Kahfi deRossi di Sepak Bola Thailand

Tidak Capek dan Menghargai Potensi Kecil Pemain

Kahfi deRossi
Pemain asal Surabaya Kahfi deRossi melakukan stretching saat latihan bareng Minburi City Bangkok Thailand. (MS/ROMANUS)

BANGKOK, Metro9berita.co.id – Dua hari ikut latihan di klub Liga 3 Minburi City dan main bareng pebisnis sekaligus owner klub atau akademi di Thailand, pesepakbola asal Surabaya, Kahfi deRossi menuai kesan positif. Pasalnya, dia tidak mengalami kesulitan adaptasi dengan sepak bola negeri Gajah Putih.

Terutama saat Kahfi deRossi bermain fun game dengan bos-bos Thailand. Beruntung di Jawa Timur, dia sudah hafal betul cara bermain dengan para legenda maupun old star. Baik dengan komunitas ‘tarkam’, legend maupun saat bersama tim wartawan Waras FC, Judes FC dan PWI Surabaya.

Apalagi di kompetisi amatir lokal baik futsal maupun sepak bola, juga semakin produktif dan matang. Catatan assisst dan gol-golnya terus bertambah. Namun dia tak pernah berpikir akan mendapatkan ‘panggung’ sebesar bermain di luar negeri. Thailand yang notabene rajanya ASEAN.

Example 300x600

Dalam hal ini kejelian pelatih pendamping Romanus Seran Bria, juga sokongan orang-orang yang peduli dengan kegigihannya berlatih mandiri selama ini. Singkat kata, saat ini, sang bakat muda sedang berupaya tidak ingin mengecewakan mereka yang support sejauh ini kepadanya. Terima kasih.

READ  Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

Pada kesempatan bermain dengan legend dan old star lokal Thailand. Pertama dia dimainkan sebagai stoper. Karena dinilai memiliki akurasi long passing juga skill mengolah si kulit bundar, maka tak lama kemudian didorong bermain gelandang yang menjadi spesialisnya.

Bahkan saat di posisi gelandang bertahan, sepakat tidak menggantinya sampai selesai. Menurut owner Inter Thailand, bahwa di klubnya hanya 3% anak yang memiliki kemampuan keluar dari tekanan empat pemain di kotak penalti.

“Anak ini (deRossi), juga bermain sangat mobile. Selalu ada di posisi tepat saat menyerang dan bertahan. Ini bagus,” katanya, Jumat sore (20/2/2026).

Saat dikonfirmasi, pemilik nama lengkap Muhammad Kahfirossi Satria Hantaliandy, mengaku tidak sulit adaptasi dengan sepak bola Thailand. Menurutnya mirip latihan bersama Coach Setiawan. “passing control, conditioning, bedanya tidak terlalu capek. Karena sepak bola Thailand sedikit berlari, lebih ke bermain tim,” katanya.

Selain itu, dia juga menilai saat bermain bersama Minburi City, terlihat jelas, kalau Thailand sangat menghargai potensi pemain meski sedikit. Cuma punya akurasi operan dan kontrol misalnya.

READ  Latihan di Minburi City, Kahfi deRossi: Mirip Coach Setiawan

“Saya sempat heran, pemain di Thailand bisa main inti di Liga 3 bekalnya cuma kontrol passing-nya bagus. Ternyata mereka sangat menghargai potensi kecil, tapi selanjutnya terus diasah. Makanya Thailand tidak kehabisan stok pemain lokal,” bebernya.

Di lokasi, deRossi juga punya pengalaman unik, karena diajak bicara bahasa Thailand orang lokal. Katanya mukanya khas Thailand. Makanya tidak percaya kalau mengaku dari Indonesia. Tidak heran. Sebab Kahfi deRossi memang mengalir darah keturunan Indo-Cina.

Sementara Coach Roman yang mendampingi deRossi selama menjalani trial dan seleksi di Thailand mengaku kaget. Sebab sejak keberangkatan si pemain ke Thailand, teleponnya setiap hari berdering. Banyak pelatih dari Indonesia khususnya Jawa Timur menanyakan kebenarannya.

“Ternyata deRossi ini cukup terkenal di Jawa Timur khususnya. Tahu gitu saya ajak dari tahun lalu,” kelakarnya.

Kendati demikian, secara kualitas di lapangan, juga tidak mengecewakan. Banyak apresiasi dari teman-teman di Thailand. “Mereka melihat langsung cara bermainnya. Selama ini gagal karena sebelumnya yang berangkat pemain kurang pengalaman. Tapi minimal mereka berangkat ke Thailand,” terangnya.

READ  Semut Hitam Finish Runner-up Liga 4 Surabaya

Oleh karena itu, dengan pengalaman baru mempromosikan Kahfi deRossi ke Liga Thailand ini, ke depannya, dia mengaku akan lebih selektif. “Tapi kalau ada yang memang pengin berangkat, ya silahkan saja. Tetap saya fasilitasi dengan komitmen,” tuturnya.

Selain itu, di Thailand saat ini, dia juga sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah klub Liga 3 dan 2. “Tapi potensi kuat deRossi ini bisa main di Liga 2. Meski sementara nilai kontraknya belum tinggi 5.000 bath (setara Rp3 juta/bulan),” tandasnya gembira.

Menurutnya, tidak etis mematok tinggi sebagai pendatang baru. “Yang penting akan saya promosikan terus minimal setahun ini deRossi bolak-balik ke Thailand. Berikutnya tidak menutup kemungkinan juga ke Jepang,” pungkasnya. (hrn)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page