Konsisten hingga Final Liga 4, Kahfi deRossi Diundang ke Thailand

Romanus: deRossi Main Bek, Gelandang dan Striker, Sama Baiknya, juga Agresif, Ini Bagus

Kahfi deRossi
REWARD: Gelandang Muhammad Kahfi deRossi usai laga final Liga 4 Surabaya, Rabu (12/1/2025) sore di Stadion G10N, Tambaksari. (MS/HARUN)

Metro9Berita.co.id – Gelandang muda serba bisa deRossi, sapaan Muhammad Kahfirossi Satria Hantaliandy menerima wild card (baca: undangan) trial ke Thailand. Kabar mengejutkan tersebut, keluarga terima sehari setelah melakoni laga final Liga 4 Surabaya, Putra Mars kontra Semut Hitam, Rabu sore (12/11/2025) di Stadion G10N, Tambaksari.

Pasalnya, Romanus Seran Bria (43) pria kelahiran NTT mengaku kepincut untuk mengajak trial Kahfi deRossi ke sejumlah klub Thai League, terutama di Liga 3, bahkan Liga 2. Alasannya, dia sudah mengamati skill-nya lewat cuplikan live streaming kompetisi Liga Persebaya U-18 bersama PS Sasana Bhakti (Sakti).

Example 300x600

Penasaran, Coach Roman, sapaannya, pas kebetulan akan merayakan liburan Nataru di Surabaya, dia juga mengikuti tayangan video penampilan deRossi kala memperkuat Semut Hitam mengarungi Liga 4 Surabaya, hingga babak final.

“Saya melihat lawan Putra Mars di final, deRossi ini mengambil banyak posisi di dalam permainan timnya. Dia bisa bermain bek, gelandang dan striker murni, sama baiknya,” ujar Romanus saat ditemui di tempat dia menginap dekat Alun-alun Sidoarjo, Jumat (14/11) sore.

Tak hanya itu, ia juga menilai, eks Kapten Unika Bajul Ijo U-17 Soeratin Jatim itu, ketika dalam permainan memang agresif. Menurut Romanus, hal itu bagus. “Makanya dia terpilih, saya bisa merekom untuk belajar (trial) di klub Liga 3 Thailand,” jelasnya.

Oleh karena itu, jauh hari, pihaknya sudah menyiapkan tiket keberangkatan pada pertengahan Februari tahun depan (2026). “Untuk deRossi, yang juga duta SSB PSG Soccer, sudah melaporkan klub, dan komitmen, berangkat tanggal 18 Februari 2026. Nanti latihan dan ikut sparing di Inter Thailand Academy. Suratnya nanti turun di Januari,” ungkapnya.

READ  Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

Lebih lanjut, Romanus menerangkan, bahwa dari akademi Inter Thailand ini, nantinya akan memberikan rekomendasi untuk mengikuti seleksi (trial,red) di klub Liga 3 atau Liga 2.

Bahkan, dia berharap, bisa mempromosikan deRossi, sebagai pemain ‘amatir’ Indonesia pertama, yang bisa berkarier di Thai League. “Siapa tahu deRossi ini tampil bagus, dan bisa dikontrak klub secara langsung,” timpalnya.

Romanus dikenal sebagai sosok pelatih yang getol mempromosikan anak-anak Indonesia ke Thailand. Selama ini kebanyakan tim usia dini, untuk mengikuti kejuaraan internasional, serta pemain SSB maupun akademi di Tanah-air.

Sehingga yang membedakan dari deRossi, yakni status pemain amatir, di mana sudah mempunyai menit bermain, baik di kompetisi Liga Persebaya, Soeratin, Liga 4 Surabaya, maupun level Jawa Timur. Serta sudah sering mengikuti seleksi baik tingkat lokal, provinsi dan nasional.

“Pengalaman ini, saya harapkan bisa lebih baik dari yang sebelumnya,” pinta Romanus.

Karena itu, dia akan terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta-talenta muda Indonesia. Utamanya yang usianya 17 tahun ke atas untuk berlatih dan berpeluang menjadi pemain di Liga Thailand.

READ  Piala Dunia 2026 Tayang di TVRI, Ini Harapan Raja Siahaan

“Silahkan bisa kontak saya langsung, atau lewat media ini, kalau ingin mengambil peluang dan pengalaman di luar negeri,” tukasnya.

Cerita Romanus Betah di Sepak Bola Thailand

Pada kesempatan itu, Romanus Seran Bria, juga menceritakan awal mula masuk Thailand, yakni November 2018 silam. Kala itu, dia memimpin anak-anak usia 12 tahun mengikuti turnamen internasional di Bangkok. Mereka ini hasil seleksi dari sejumlah daerah di Indonesia.

“Tim kami juara 2, di final kalah 0-2 dari tim asal China,” kenang Romanus, saat ditemui usai media ini liputan pembukaan turnamen nasional sepak bola usia dini BLiSPI di Stadion Jenggolo.

Dan meskipun awalnya di sepak bola Thailand. Tetapi, kata Romanus, sebetulnya, saat pertama ia belajar sepak bola grassroot di Singapura. Namun beberapa bulan mengamati, menurutnya, masih lebih bagus di Thailand. Makanya, dia memutuskan kembali ke negeri Gajah Putih.

“Saya melihat di seluruh Asia itu, pembinaan usia dini yang paling bagus ya di Thailand. Karena di sini banyak klub Eropa mendirikan akademi. Seperti akademi Inter Thailand,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bedanya kalau di Jepang dan Korea itu, lebih ke pembinaan prestasi. Oleh karena itu, setelah sekian lama menetap dan tinggal di Thailand. Belakangan ini, Romanus terketuk untuk mengajak anak-anak Indonesia merasakan pelatihan di level akademi maupun klub profesional di Thailand.

“Harapannya, ya bisa meningkatkan kualitas teknik dan wawasan sepak bola modern. Dan tidak menutup kemungkinan, juga bisa menerima kontrak profesional. Apakah itu di Liga 3, Liga 2, bahkan Liga 1 Thailand. Karena untuk Thailand, di Liga 3 saja, sudah kayak Liga 1, kontraknya profesional,” tutur Romanus.

READ  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

Dan setelah sekian lama di Thailand, kini Romanus telah memiliki ikatan hangat dengan sejumlah klub dan akademi. Di antaranya, Assumption United, Prime United, Bangkok FC dan lainnya. Selain itu, juga ada akses klub Liga 1, Muangthong United.

“Itu saya sering datang ke sana, untuk mengusulkan anak-anak Indonesia bisa bermain di Liga Thailand. Utamanya anak-anak dari daerah yang tidak terjangkau oleh PSSI, ataupun klub profesional di Liga Indonesia,” bebernya.

Namun, sejauh ini, anak-anak Indonesia, yang dia bawa masih sebatas mengikuti program trial, belum kontrak. Tetapi walaupun begitu, dia bisa merekomendasikan mereka untuk berlatih dan belajar sepak bola di Thailand. Baik di akademi maupun klub profesional.

Sedikit tentang sepak bola Thailand, jelas Romanus, ada Liga 1, 2, 3 dan 4. Tapi meski Liga 3 saja, sudah profesional. Misalnya kontrak itu, gajinya sudah profesional, full 100 persen. “Liga 3-nya terbagi empat wilayah. Satu wilayahnya ada belasan tim. Umumnya terpusat di Ibukota Bangkok,” pungkasnya. (har)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page